Minggu, 27 Januari 2008

HM Soeharto meninggal

Minggu 27 Januari pukul 13.10 WIB mantan Presiden RI ke-2 akhirnya berpulang setelah kondisinya naik turun selama 24 hari dirawat di RSPP. Hampir seluruh rakyat Indonesia sudah memprediksikan bahwa sebentar lagi Soeharto akan berpulang. Semua dari A-Z sudah disiapkan oleh semua pihak. Dari kartu pass identitas untuk masuk di Astana Giribangun sampai peti jenazah. Bahkan kabarnya, toko-toko bunga di Solo pada saat Soeharto masuk rumah sakit sudah kebanjiran order untuk sewaktu-waktu Soeharto berpulang. Seharian kemarin hampir semua stasiun TV menayangkan peristiwa berpulangnya Soeharto.

Dan dari pagi sampai siang sebelum makan siang tadi, orang-orang di kantorku sebagian besar ngga kerja. Hampir semuanya nongkrong di ruang customer which is ada TVnya. Channel udah disetel di TVRI, dimana satu-satunya stasiun TV yang diberi wewenang untuk menyiarkan detik-detik pasca meninggalnya Soeharto dari diangkatnya jenazah ke ambulance menuju rumah duka sampai dikuburnya jenazah di Astana Giribangun. Semuanya disiarin komplit. Dan tentu saja.. tanpa iklan hehehehe..
Semuanya seolah-olah tidak ingin melewatkan peristiwa penting ini. Yah.. siapa sih yang ingin melewatkan. Soeharto jadi Presiden selama 32 tahun. Banyak hal positif tapi hal negatifnya juga jauh lebih banyak.

Hmm... apapun itu.. Biarlah kebaikan beliau jadi ladang amal dan kejelekan beliau biarlah dipertanggung jawabkan sendiri di akhirat. Sesungguhnya, pengadilan yang sebenar-benarnya adalah Pengadilan Akhirat.
Semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT Amien..




Ini aku dapat dari browsing di Kompas

http://www.kompas.com/

Aktivitas Soeharto 27-28 JANUARI (1)
Artikel Terkait:
Senin, 28 Januari 2008 | 12:43 WIB

JANUARI menjadi bulan-bulan penting buat Soeharto dan keluarganya. Di bulan ini, Soeharto wafat tanggal 27 Januari dan dimakamkan di Astana Giribangun tanggal 28
Januari 2008. Beberapa tokoh dari negara-negara sahabat berdatangan ke Solo. Di antaranya, Wakil PM Malaysia Dato Tun Muhammad Najib, Duta Besar Australia
untuk Indonesia Bill Farmer dan Dubes AS untuk Indonesia Cameron R Hume. Lalu apa yang terjadi pada 27-28 Januari 1974, 1975, 1976,  ketika Soeharto masih
berkuasa? Kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan Soeharto?

Berikut jejak langkah Soeharto:

27 JANUARI 1974:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut

28 JANUARI 1974:
Pukul 09.00 Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan Menteri  Hankam/Pangab Jenderal M Panggabean, Panglima Kopkamtib Jenderal Sumitro dan Wakil Panglima Kopkamtib Laksamana Sudomo di Istana Merdeka. Soeharto
membahas situasi keamanan di tanah air, berkaitan dengan terjadinya peristiwa Malari. Atas kejadian itu, Soeharto mengambil keputusan untuk  menghapuskan
lembaga Aspri Presiden dan langsung memegang pimpinan Kopkamtib.

27 JANUARI 1975:
- Bertempat di gedung Binagraha, Presiden Soeharto membahas hubungan Indonesia-Belanda. Pembahasan kali ini melibatkan Duta Besar untuk Belanda, Sutopo Yuwono. Soeharto berharap agar pemerintah Belanda lebih menjamin amannya kerjasama hubungan kedua negara, setelah terjadinya demonstrasi yang dilakukan para pengikut gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) terhadap KBRI di Den Haag.

- Siangnya Presiden Soeharto, selaku Ketua Yayasan Supersemar menerima Mendagri Amir Machmud, Menteri P dan K, Sjarif Thajeb dan semua gubernur/kepala daerah yang berada di Pulau Jawa. Dalam pertemuan terseut, Soeharto menyerahkan beasiswa yang akan diterima sejumlah mahasiswa di Jawa.

28 JANUARI 1975:
Presiden Soeharto memimpin sidang kabinet paripurna yang berlangsung di gedung utama Sekretariat Kabinet mulai pukul 10.00 pagi. Inti pembahasan adalah menyangkut perkiraan keadaan tahun 1975/1976 yang mencakup bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, keamanan dan ketertiban di dalam maupun di luar negeri
yang disampaikan Kepala Bakin Letjen Yoga Sugama.

Dalam kesempatan itu, Soeharto meminta kepada para menteri dan pejabat tinggi negara agar mempelajari perkiraan keadaan tersebut secara mendalam dan
mempergunakannya sebagai bahan untuk membuat dan menyempurnakan perkiraan keadaan di bidang masing-masing. Kata Soeharto, perkiraan keadaan yang baik akan menjamin persiapan perencanaan, kelancaran pelaksanaan dan pengawasan yang baik.

27 JANUARI 1976:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut

28 JANUARI 1976:
Presiden Soeharto menyambut kedatangan PM Malaysia Dato Husein Onn pukul 16.30 di bandara udara Halim Perdanakusuma. Husein onn menjadi PM Malaysia
menggantikan Tun Abdul Razak yang meninggal dunia ditengah kekuasaannya sedang berjalan. Ia datang ke Indonesia untuk berkenalan dengan Soeharto.

27 JANUARI 1977:
Presiden Soeharto meresmikan jembatan Kresek di Jawa Tengah. Kepada masyarakat setempat Soeharto meminta agar mereka sadar menjaga  kelestarian lingkungan,
menjauhi tindakan- tindakan seperti pengundulan hutan, ataupun kendaraan umum yang melebihi berat muatan dan perbuatan-perbuatan lain yang dapat mengakibatkan
rusaknya jalan dan jembatan.

28 JANUARI 1977:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.

27 JANUARI 1978:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.

28 JANUARI 1978:
Presiden Soeharto meresmikan Sekola Peternakan Menengah Atas Neeri. Cinaraga, Bogor. Dalam sambutannya ia menjelaskan, ada dua kerawanan dalam usaha pembangunan pertanian di Indonesia. Kerawanan pertama, adalah luas tanah. Alasannya, karena pertambahan penduduk, maka tanah yang dimiliki petani
makin sempit. Untuk itu petani harus ditingkatkan kecakapan berusahanya dan ketrampilan tekhnologinya.

Kerawanan kedua adalah gejala bahwa bagian terbesar penduduk Indonesia adalah mereka yang berusia muda. Tapi karena berbagai sebab, mereka kurang tertarik
pada usaha tani. Jalan paling tepat adalah dengan meningkatkan kesadaran dan pendidikan, dengan memberi pengertian dan mempersiapkan taruna pertanian. (Achmad Subechi/berbagai sumber)


Aktivitas Soeharto 27-28 Januari (2)
Dok. KOMPAS
Soeharto saat masih berkuasa sedang berbincang dengan Harmoko yang kala itu menjadi Menteri Penerangan.
Senin, 28 Januari 2008 | 13:46 WIB

DI DALAM buku Jejak Langkah Pak Harto, tak dicantumkan kegiatan Soeharto di bulan Januari 1978. Entah apa alasannya. Yang jelas buku ini diawali dengan kegiatan Soeharto mulai tanggal 29 Maret 1978. Pada tangal itu, Soeharto mengumumkan terbentuknya Kabinet Pembangunan III. Susunan kabinetnya meliputi tujuh menteri negara yang tidak memimpin departemen, dan 17 menteri negara yang memimpin departemen. Berikut kegiatan Soeharto di bulan Januari antara tahun 1979 hingga 1983.

27 JANUARI 1979:
Presiden Soeharto sedikit berkelakar saat menerima Menteri Muda Urusan Pangan, Affandi. Kata Soeharto, orang-orang yang berduit di kota telah membantu menyebarkan hama wereng dengan jalan mendorong para petani untuk menanam padi yang berasnya enak. Kata Soeharto, tanaman padi yang menghasilkan beras yang enak citarasanya seperti Rojolele dan Cianjur, sangat peka terhadap hama wereng.

28 JANUARI 1979:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.

27 JANUARI 1980:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.

28 JANUARI 1980:
Soeharto memberikan hadiah berupa 20 ekor sapi, satu set televisi, dua radio kaset, dua mist blower dan satu set buku 30 tahun Indonesia Merdeka. Hadiah itu diberikan kepada para pemenang lomba intesifikasi khusus tanaman padi musim tanam tahun 1979 untuk tingkat provinsi Jawa Timur. Acara diadakan di Surabaya.

27 JANUARI 1981:
Indonesia berduka. Presiden Soeharto menerima Menteri Perhubungan Rusmin Nuryadin. Ia melaporkan bahwa telah terjadi musibah terbakarnya kapal Tampomas II di perairan Masalembo yang menewaskan ratusan orang.

28 JANUARI 1981:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.

27 JANUARI 1982:
Presiden Soeharto beserta istrinya meninggalkan Jakarta menuju Pontianak untuk melakukan kunjungan kerja selama segari. Di kota itu Soeharto meresmikan penggunaan Jembatan Kapuas yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Soeharto meminta agar pembangunan di kota itu, khususnya di Kalimantan Barat,  perlu dipergiat, karena daerah ini merupakan salah satu daerah terkaya dengan sumber alamnya.

"Sampai sekarang ini kekayaan alam di kalimantan Barat belum dapat kita gali dan kita manfaatkan sebaik-baiknya. Salah satu hambatannya adalah karena sarana perhubungan yang belum mencukupi. 

28 JANUARI 1982:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.

27 JANUARI 1982:
Presiden Soeharto memberikan sinyal bahwa tahun-tahun ke depan merupakan tahun-tahun tersulit buat Indonesia.
Alasannya, penerimaan negara sangat terbatas, sehingga sulit untuk mecapai penerimaan negara yang tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, Indonesia harus melanjutkan pembangunan. "Sebab, jika pembangunan berhenti maka kita akan mengalami kesulitan yang lebih besar. semuanya itu mengharuskan kita untuk mengadakan efisiensi nasional secara menyeluruh. Efisiensi ini tidak saja harus dilakukan di kalangan pemerintahan, melainkan juga masyarakat," kata Soeharto saat membuka Rapat kerja Gabungan/Kepala Daerah seluruh Indonesia di Istana. 

28 JANUARI 1982:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut. (Achmad Subechi/berbagai sumber)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar