Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Februari 2010

Jika Bayi Menolak Makan Pakai Sendok

Si Ipan turns to 8 months dan maemnya *ihiks* masih angot angotan juga.
Rasanya kok ya teteeep aja kuatir sama perkembangan dia. Bukan kawatir dia nanti kurus gimana tapi lebih khawatir ke perkembangannya, kurangnya asupan nutrisi untuknya walaupun ASI masih memenuhi kebutuhannya sebesar 80%. Starting 6 bulan gue gendong dulu kasih maemnya karna gue pikir dia bakal nyaman digendong ketimbang duduk yang saat itu memang belum tegak. Eng ing eeenngg.. ternyata gak semudah yang gue bayangin. Lidahnya selalu menolak apapun yang masuk ke mulutnya kecuali puting ibunya

Gue inget-inget lagi jaman Riffat, Riffat dulu ditinggal kerja ASIP diberikan pakai sendok jadi otomatis Riffat udah kenal sendok lebih awal yang di kemudian hari berguna saat MPASI. Sedangkan Ipan, cuma kenal nenen ibunya walaupun di awal-awal 2 bulan sempet ASIP diberikan via sendok saat gue masih kerja. Ok, berarti memang harus dilatih pelan-pelan, dari konsistensi caiiirrr banget sampai rada solid, diubah-ubah trial dan error kadang berhasil tapi sering engga . Metode udah macem-macem dari digendong, duduk di high chair dan terakhir pakai car seat posisi agak rebahan. Dan ternyata posisi sedikit rebah ini memudahkan gue sebagai penyuap dan Ipan lebih gampang nelennya. Tapi gak berapa lama boo metode ini lancarrr. Terakhir-terakhir dia udah nangis duluan kalo udah didudukkan di car seat. Dan makin hari makin parah.. liat sendok dan mangkok pasti memalingkan muka hwahwahwaaaaaaaa....!! Belakangan gue akalin makanin dilunakiiiiinnn banget trus disuapin pakai tangan sukses walopun cuma sedikit. Pernah juga dikasih finger food lumayan juga.

Semalem gue browsing ke web MPASI andalan disini dan dari hasil browsing membuat gue legaaa.. Ternyata normal-normal aja bayi begitu. Dan kuncinya adalah sabar sabar konsisten dan tenaaannnggg. Teori sih udah katam karna pengalaman pada RIffat dulu tapi tetep yaaa harus brosing-brosing lagi untuk mencari penguatan.

Ini dia hasil browsingnya mengenai baby yg menolak sendok

When baby refuse to be spoonfed
diambil dari http://www.wholesomebabyfood.com/baby-refuses-to-eat-food-with-spoon.htm

When Baby Refuses to Eat from a Spoon - Why your baby won't eat from a spoon and what you can do to make mealtimes relaxed & fun.

uddenly your baby has refused to eat her food when you try to spoon feed her. She may refuse to eat from the spoon in a variety of ways that are a bit upsetting to parents. Relax Mom & Dad, your little baby is growing up and refusing to eat from a spoon is part of this blooming.

When Will My Baby Refuse to be Spoon Fed?

 

There is a period between 8 and 10 months of age, that your baby may begin to refuse being fed food from a spoon. It is around this age range that babies really begin to become more aware of themselves and what they want. Asserting independence by refusing to be spoon fed is just another baby milestone.

 

Why is My Baby Refusing to be Spoon Fed?

 

As we mentioned, babies begin to find their own independence in a variety of ways. They may show favoritism for a certain toy or lovie and become insulted when you offer them a toy that is not the "toy du jour". Being able to assert their own preferences for eating is another way for babies to head off down independence lane. They may try to grab the spoon away from you or bat at the spoon as it comes close to their mouths. Many babies will simply clamp their lips shut and refuse to open up for a bite. These behaviors are perfectly normal and going with baby's flow will help create positive food relationships and experiences.

 

Please note that many babies will also refuse to be spoon fed if they are feeling ill or if they are teething. Tiredness may also affect baby's eating habits.

 

What Do I Do When My Baby Refuses to be Spoon Fed?

 

Take a few deep breaths and relax.

 

We have found that when our babies reach this new milestone, offering them a bowl and a spoon is one of the simplest ways of appeasing and encouraging them. We mix up their meals as usual and let them try to feed themselves.

 

Oh yes indeed, this is quite messy and you'll be cringing as food flows down the highchair and over those plump, cute little baby legs; the food will make it's way through baby's hair and probably into the ears too. And just when you think your baby will never manage to find her mouth - Success. Sit back and watch your baby delight in her newfound sense of independence and accomplishment.

 

When Should I Stop Feeding My Baby With A Spoon?

 

Only you will know when your baby is ready to stop being spoonfed. All babies are different and will refuse the spoon at different ages and stages. There are many babies who have never been spoonfed. Baby Led Weaning is an approach to infant feeding that is catching on around the world. Babies who are fed via this method never eat "traditional" baby food purees. Instead, babies are offered age appropriate foods that are soft cooked and mashed or smooshed or diced very small. The foods are offered to baby and baby eats the foods as he or she sees fit.

 

Read our Baby Led Weaning article to learn more.

 

Offer More Self-Feeding Meals

 

You may begin to offer your baby more meals made up of foods that baby is able to feed herself whenever you feel she is ready. Don't worry too much about the amount she eats. Offering a variety of nutritious foods during the day will ensure that your baby is getting all the nourishment she need. Remember, breast milk and/or formula remain important sources of nutrition until baby is 12 months of age.

-----------------------

My note:
Intinya sih mulai umur 8 bulan si baby udah mulai terbentuk egonya dan dia pengen nunjukin kalo dia bisa makan sendiri. Jadi methodnya let him food by himself. Berantakan udah pasti tapi ngga papah. Dan dari hasil baca-baca juga idealnya umur 8 bulan harusnya udah 3x meal 2 kali cemilan. Tapi tetep jangan mengacu pada aturan itu, lihat kondisi baby jika memang ngga mau yaudah 1x meal aja oke malahan yang terpenting asupan asi harus mencukupi.

Jadi tenang Ida!! Si Ipan ngga papah kok.. Jangan menyerah yaaaa!! *nyemangatin diri sendiri*


Minggu, 07 Juni 2009

DSOG recommended di Semarang

Cuma mau sharing aja buat sapa aja yang di Semarang. Nich dokter te o pe banget dehhh..
Udah dipakai sama beberapa temen-temenku dan sodara di Semarang. Namanya Dr. Harry, praktek di rumahnya di Jl Mulardi, di RS Telogorejo, RS Hermina dan RS Bhayangkara.

Track recordnya dia berdasarkan pengalaman temen2ku dan sodaraku:

Sama temenku Sani, dia berhasil VBAC dengan jarak 2tahun dari kelahiran pertama, di RS Telogorejo. Padahal paramedis disini (suster dan bidan) pada mencibir semua ngapain VBAC wong cesar itu enak..!! Whaaaattt??? Jadi yang mendukung dia untuk VBAC adalah si dokter alone.. weehhh TOP!!!

Sama iparku, berhasil melahirkan normal di weeks 41 menjelang 42. Si dokter mau nungguin sampe week 41 dulu. Gak kek aku dulu week 40 belum kontraksi langsung diinduksi

Barengan sama iparku lairan, ada bumil kondisi bayi sungsang, presentase bokong, berhasil lairan normal sama ini dokter.. Waaahhhh Top Topppp...

Coba ahh kalo misal nih si Ole 02 masih sungsang dengan presentase bokong mo minta normal ajah...

Okeh.. sekian dulu sekilas infonya hehehe

Senin, 17 November 2008

Imunisasi dan susahnya nyari bidan di Jakarta

Udah beberapa kali aku mengalami pengalaman yang ngga menyenangkan kalo pas imunisasi si thole. Awal-awal ke RS Harkit. Di RS ini klinik untuk imunisasi terpisah dari klinik anak sakit. Namanya POTAS. Poliklinik Terpadu Anak Sehat. Jadi aman, pas ngantri ngga terkontaminasi virus-virus para pengantri yang rata-rata common colds. Tapi sayangnya, POTAS cuma buka weekdays. Otomatis kalo mau kesini musti ijin dari kantor dulu. Satu dua kali gak apa.. lama-lama gak enak juga. Trus pernah imun ke RS swasta pas wiken. Nah ngga kaya POTAS, disini mau imunisasi atau mau konsultasi anak sakit tumplek jadi satu. Alhasil pulangnya, bukan si thole yang ketularan, bukan!! Malah si Papa yang jadi flu berat. Yang trus nular lagi ke asisten. Hihihi aneh kan?? Daya tahan tubuh thole lebih oke daripada Bapaknya!! hahaha.. Bffff... ngga lagi deh imun di RS. Trus pernah juga imun di praktek dsa di rumahnya. Emang siy gak terlalu ngantri, tapi tarif dokternya mahal booowww. Hiks hiks.. Trus pernah juga ke Puskesmas nyampe sana jam 9 eeh bidannya belum datang. Taunya bidannya dari Depok.. huwaaa... mau datang jam berapa Buuuww??

Karena tau kalo imunisasi anak itu bisa di Bidan, ditambah alasan-alasan diatas, maka huntinglah daku nyari bidan di sekitar rumah. Ketemu 1 bidan, yang ternyataaa.. umurnya udah sepuuhh banget. Ada kale 60an. Hiks.. jadi ngga tega memaksa dia menyuntik.. takut salah suntikannya hihihi. Trus cari lagi.. ada 1 bidan lagi deket rumah.. tapi sampai sekarang kita ngga pernah ketemu ntu bidan. Karena petunjuknya cuma plang doang, pas dicari rumahnya masuk ke daerah rada riyel gituh.. langsung ilfil. Akhirnya kita nemu tempat imunisasi yang lumayan. Di dokter umum! Hmm.. dokternya juga udah lumayan tua. Blio seorang dosen ilmu kedokteran di UNJ. Gelarnya sudah professor. Lumayan bisa diajak diskusi dan yang penting... Ngga ngantri dan biayanya murahhh!!!

Nah, back to bidan, iseng-iseng aku browsing soal bidan dan nemu site bidan delima. Dulu sebelum nemu site bidandelima aku udah pernah nemu site yang Ikatan Bidan Indonesia lebih dulu. Dulu si site bidanindonesia isinya komplit sampai ke tatalaksana bayi baru lahir. Tapi entah kenapa sekarang isinya ngga mutu. Nah dari site bidan delima ini, jadi tau kenapa susah banget nyari bidan walo hanya untuk sekedar imunisasi ataupun mau periksa kehamilan. Di propinsi DKI Jakarta aja Propinsi dengan populasi penduduk terbesar cuma ada 212 bidan. Sedangkan di Jawa Timur, ini yang paling banyak berdasarkan statistik di site tersebut ada 2004 bidan. Bayangkan cuma 10% aja kan daripada Jawa Timur. Kemungkinan, demand bidan di Jakarta memang rendah. Karena orang kota lebih percaya pada dsog. Tapi kan gak semua orang kota mampu bayar biaya dsog. Jawa Barat ada 1500an dan Jawa Tengah ada 1300an. Dan bidan-bidan yang bekerja di RS bersalin, rata-rata cuma membantu persalinan doang. Bahkan untuk pasang KB aja harus ke dsog. Pernah nyoba ke beberapa RS pas mau lepas spiral,  apa bisa di bidan, rata-rata bilang untuk tindakan harus ke dsog. Nah untuk kelahiran misalnya pada saat mau melahirkan dsog berhalangan datang baru deh bidan yang nangani. Beda banget sama yang sering disharing sama Ibu-Ibu yang di luar sono. Step awal bidan dulu baru kalo ada special case ke dsog.

Ada sepupuku yang kerja jadi bidan desa di pelosok Kendal Kabupaten Semarang sana. Jasa bidan disana sangatlah penting. Hampir semua kelahiran di daerahnya, kalau ngga ada komplikasi apa-apa, ditangani oleh bidan. Sayangnya mungkin karena jauhnya lokasi desanya tersebut, si sepupu belum apdet informasi terbaru. Waktu aku tanyain IMD, udah ngerti sih tapi belum berani mempraktekkan. Tapi dia berani menjamin bahwa maksimal 30 menit setelah melahirkan bayinya dikasih ke Ibunya untuk menyusui. Dan tentu saja, bebas intervensi produsen sufor!! Enaknya jadi anak desa yaa hehehe. Dan ditambah, belum mengenal manajemen laktasi. Masih bingung cara nyimpen asi perah dsb. Hmm tinggal kirim artikel aja soal ini neehh. Nah bidan di pelosok desa ngga hanya melayani kelahiran dan imunisasi. Bahkan untuk common colds juga dia mengobati. Walopun sebenernya ngga boleh ya. Tapi mau gimana lagi, tenaga kesehatan masih terbatas disana. Padahal masih di Jawa juga. Huhuhuuu.. ngenes dehh.

Yah tulisan ini cuma sekedar empati buat para bidan di kota yang fungsinya malah dipinggirkan. Tapi salut juga buat para bidan desa yang jadi ujung tombak tenaga kesehatan di pelosok sana.

Sitenya bidan, lumayan nambah info kehamilan dan kebidanan

http://kuliahbidan.wordpress.com
Bukannya mau ngajak kuliah soal kebidanan hehehe. Tapi disana banyak informasi mengenai kehamilan yang menurutku lumayan komplit.
E-book mengenai penyakit dan kesehatan juga bisa didonlot disitu.
Kalo lagi brosing soal kehamilan gini, aku malah banyak nemu artikel-artikel berguna di sitenya para bidan. DSOG keknya malah jarang yang punya site!! hihihi..

Nice site!!

Selasa, 11 November 2008

Sharing aja soal susah makan

Suka  bertanya-tanya apa yang salah pada Ibu-Ibu di Indonesia, yang suka menyerahkan masalah anak balitanya yang susah makan pada dokter.. Mungkin kalo aku ngga ketemu komunitas yang 'benar' juga akan begini jadinya hehehe.

----------------------------------------------

Kasus 1
Anak tetangga sebelah umur 1tahun.
Udah seminggu susah makan, ngga masuk makanan sama sekali. Maunya cuma susu, susu dan susu. Jadilah susu sekotak 400gr habis dalam sehari. Sekotaknya harga RP 80.000. Aku langsung itung-itungan dunk seminggu 7 hari brati habis RP 560.000. Kali 4 aja deh buat sebulannya. Pemborosan bangett kaaann.. hiks hikss..
Jadi riwayatnya. Si anak ini dari lahir sampe 3 bulan sih dapet ASI full. Saat-saat Ibunya mau kerja lagi udah mulai dicampur formula. Tapi aselliiiii sebenernya Ibunya produksi ASInya melimpahhh.. Tapi lebih percaya sama suforr. Jadilah sekitar umur 6 bulan udah ngga ngASI samsek. Pengen ngasitau siyyy cumaaaa ngga enak secara dia udah punya 2 anak takut dibilang iiihh lo tau apa anak baru 1 iniii.
Pernah negor waktu anaknya dikasih dot Ibunya langsung deh pasang muka ngga enak gitu. Sejak saat itulah aku cuek aja sama apa yang dilakuin ke anaknya. Toh bukan anak gue ini hahahaha..
Mulai MPASI yah masih pakai cara jadul dan praktis tapi ngga sehat, MPASI instant!!. Dan umur 8bulan mulai bubur tim tapi ya gitu deehh masih pakai cara lama nasi sayur, telur, ayam dicampur diublek ublek jadi satu. Cara penyajian itu berlangsung sampai sekarang. Dan bisa ditebak hasilnyaa.. Si anak bosen sama makan dan bener-bener GTM. Berulang kali aku kasih saran ke si mbak asisten yang suka nyuap mulai dipisah2 sayurnya sampe dikasih kuah maemnya ngga mempan. Alesannya takut dimarahi Ibunya. Iya sih...
Akhirnya somday pas lagi ngobrol-ngobrol sama ibunya, ibunya cerita soal susah makan si anak. Dan berniat akan ke dokter. Aku cuma senyum-senyum ajah.. Paling cerita aja kalo pas Thole susah makan makanan aku campur makanan kesukaannya. Mau nasi campur buah cuek ajah..
Nah masalahnya si anak juga ngga suka buah!! Wadudududuuuhhh..

Kasus 2
Lagi cerita-cerita sama temen soal dsa. Dan dia crita sebel banget sama dr. E seorang dsa. Katanya ni dsa sok keminter banget jadi pas konsul berasa dia ibu yang paling bego. Nah aku tanya dong, "emang tanya apaan?". Katanya saat itu dia konsul karena anaknya yang susah makan. Nah pada saat konsul si anak sambil megang biskuit. Maka terjadilah percakapan berikut

dsa   : ada keluhan apa bu?
temen: ini dok anak saya ngga mau makan
dsa   : (sambil melotot ke arah biskuit yang dipegang anaknya) lha itu mau makan!
temen: iya tapi dikit dok.. ngga mau makan nasi
dsa   : emang makan harus nasi?? di luar negeri sana ngga makan nasi juga ngga papa. Makan roti, jagung dsb. Susunya sehari berapa botol?
temen: Wah banyak dok.. berapa botol yah.. banyak deh
dsa   : Nah itu orang tua yang salah.. harusnya dibatasi susunya. Sehari 2 botol aja cukup. Pagi sama malam sebelum tidur
temen: Nah tapi anaknya ngga mau dibatasi dok.. ngamuk kalo ngga dituruti.

Sang dsa masih menyalah-nyalahkan si temen.. yang bikin si temen ilfill abess sama si dsa.


Aku cuma bisa bilang [dengan berusaha hati-hati biar si temen gak tersinggung] bahwa sebenernya apa yang diomongkan dokternya bener.. Harusnya emang susunya bisa dibatasi. Tapi si temen masih berkelit.. Iya saya tau saya juga banyak baca di ayahbunda, di nakita, bisa dialihkan dsb.. tapi prakteknya kan susahh.. Itu kan teori tuh.. Kenapa ngga kasih solusinya apa bukannya kasih teori macem-macem. [hmm yang gini nih yang bikin dokter jadi gak rasional.. karena si pasien juga mintanya yang instan. Dalam ati juga, trus solusi apa yang kamu harapkan dari seorang dokter dalam mengatasi anaknya yang susah makan?? Maunya si anak dikasih obat dan jrengg sim salabim anak jadi lahap makan??]

Duh bingung juga sih gimana kasih penjelasannya lagi ke temen. Akhirnya ya balik lagi kasih tips pas Ole susah makan.. kalo ngemil mau.. ya bikin aja cemilan-cemilan high callorie.
Si temen udah ngerti juga soal ini.. tapi bagi dia.. anak belum makan nasi mah ngga afdhol!!

----------------------------

Fiuhh.. ikut prihatin juga dengan hal-hal kayak gini. Si thole dari bayi susaaaahhh banget makan. Sampe stress banget deh dulu. Tapi ngga sampai jadi ngga rasional yang sampai beli makanan instan ato vitamin-vitamin penambah nafsu makan, walo suami berkali-kali tergoda untuk beli. GTM Thole ngga parah-parah banget. Ngga sampai berhari-hari deh. Walopun masuknya juga dikit-dikit. Tapi terhitung sejak umur 19bulan, bisa dibilang thole udah say goodbye sama yang namanya susah makan. Sekarang si thole gampang banget makannya. Apaaaaa ajaaaa masuk. Mau dimasakin apa aja adalah menu spesial buat dia. Kadang geli juga kalok pulang kantor lihat perutnya yang guedee banget kek mau meletus. Pas dibilang "wihh perutnya gede bangeeetttt!!, isinya apa tuh??" Si ole bakal jawab sesuai menunya hari itu.. "isinya nasi, sama ikan, sama terong" hahahaha..

Bagi tips aja nih.. bukan berarti aku paling bener sendiri yah.. I know that every child is unique. Tapi at least tips berdasarkan teori ini ini berhasil aku praktekkan pada anakku sendiri.

1. Makan dipisah-pisah, jadi makan pakai piring yang bersekat-sekat, pisahkan nasi, sayur dan lauknya di masing masing sekat. Tujuannya biar si anak mengenal rasa.
2. No salt en sugar. Ini juga udah pada tau kenapa.. Yang jelas penggunaan garam akan memperberat kerja ginjal, gula memperbesar resiko diabetes. Selain itu dengan rasa tawar akan lebih mengenalkan berbagai macam rasa asli dari makanan
3. Sebisa mungkin kenalkan semua jenis sayur, buah, dan sumber makanan sehat lainnya sebelum 1tahun. Soalnya pengalaman.. umur 1 tahun tuh anak udah bisa menunjukkan emosinya soal suka dan ngga sukanya dia akan suatu hal. Dulu sebelum thole 1 tahun belum musim mangga, begitu udah diatas 1 tahun baru musim mangga dan pas dikenalin, menolak dengan sukses. Walaupun akhirnya sekarang dia doyan mangga juga, tapi tetep aja, mendingan mengenalkan sedini mungkin supaya asupan vitaminnya lebih lengkap!! hehehe.
4. Konsisten. Jangan tergoda sama makanan instant. Jangan tergoda dengan gula dan garam. Karena percayalah.. lidah bayi itu polos kalo ngga dikenalin sama gula dan garam juga ngga bakal kenal dia hehe.. Jadi jangan mengkambing hitamkan gula dan garam sebagai alasan anak ngga mau makan makanan home made.

Keknya itu aja dari emaknya thole hehe.. kali pemirsa semua bisa menambahkan hehehe..

Nah.. nih ada primbon soal cara-cara MPASI yang highly recommended deh untuk dipraktekkan. Ini dulu juga dapet dari member milis yang dengan senang hati mengirimkan via email pada saat aku frustasi dengan susah makannya thole jaman bayi dulu.
Diambil dari file-file di www.sehatgroup.web.id






Attachment: MPASI.pdf

Minggu, 04 Mei 2008

Tolak puyer sekarang juga!!!

Hari Sabtu, 3 Mei 2008, aku berkesempatan mengikuti seminar bertema 'PUYER, QUO VADIS??" di aula FKUI Jakarta. Dalam seminar ini dibahas apakah penggunaan puyer itu sekarang masih relevan?? Padahal kalau menilik risk benefitnya itu lebih banyak risknya daripada benefit..

Berikut laporan dari teman-teman yang mengikuti seminar ini. DIkutip dari update di milis sehat.


Dari Ria (ria.ayu@......)
Dear docs & sp's,

Saya ingin sedikit melaporkan ttg seminar "Puyer, Quo Vadis?" hari ini
tanggal 3 Mei 2008, yang ternyata artinya "Puyer, Mau dibawa ke mana?" Mohon
maaf jika bahasa tulisan saya kepanjangan dan kurang terstruktur dengan
baik.

Seminar Puyer ini adalah suatu momen yang sangat excited bagi saya karena
inilah seminar pertama yang dihadiri oleh semua kalangan yang berkaitan
dengan pelaksanaan RUM (Rational Use of Medicines), yaitu Health
Professional dalam hal ini dokter, calon dokter serta farmasis,
Regulator/pemerintah dalam hal ini adalah perwakilan Direktur  Penggunaan
Obat Rasional, Direktorat Jendral Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan
Departemen Kesehatan. Kemudian yang terakhir adalah konsumen kesehatan itu
sendiri yang diwakili oleh beberapa orang dari kalangan non medis (termasuk
saya sendiri :D). Inilah yang membuat saya excited, karena selama ini
terkesan antara profesional kesehatan maupun institusi pendidikan kedokteran
membuat jarak dengan masyarakat awam. Seminar Puyer, Quo Vadis? mendobrak
itu semua. Konsumen hadir untuk menyuarakan keprihatinannya atas penggunaan
puyer yang tidak sesuai guideline dan semakin meluas. Dokter mulai berani
mengkoreksi diri sendiri, secara terbuka mengakui adanya missleading dalam
praktek peresepan obat yang baik (Good Prescribing Praktice). Dan dari
farmasis pun mulai mempertanyakan bagaimana seharusnya praktek farmasi yang
benar dan mengkritisi dokter atas hubungan prescriber dan pharmacyst yang
kurang optimal dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Walaupun demikian cukup disayangkan Direktur Penggunaan Obat Rasional dari
DepKes tidak hadir dan hanya mewakilkan kepada rekan sejawatnya. Namun
bolehlah kita berharap, semoga....semua pesan baik dari uraian panelis
maupun pertanyaan dari peserta dapat tersampaikan kepada beliau. Yang juga
cukup memberikan pencerahan adalah kehadiran dr. Mohammad Sjahjahan dari WHO
utk Southeast AsiaRegion yang memaparkan data-data cukup mengejutkan
kalangan dokter sendiri dan mungkin juga masyarakat awam (non SP's
hehehe...). Bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara yang masih
menggunakan puyer di Asia (aduhh saya lupa, jangan2 di seluruh dunia
ya...tolong koreksi ya SP's lain).

Seminar dibuka dengan sambutan dari dr. Yoga (ketua panitia) yang sangat
menyentuh saya sebagai konsumen kesehatan. Bahwa masalah puyer bagi dokter
lebih kepada masalah ego daripada kurangnya knowledge. Walaupun dr. Yoga
menghimbau lebih kepada rekan sejawatnya, tapi kalimat2 beliau membuat saya
lebih bertekad lagi untuk menjadi konsumen kesehatan yang rasional. It takes
two to tango, right?

Prof. DR. dr. Rianto Setiabudy, Sp.FK (Departemen Farmakologi, FKUI)
menjelaskan tentang Good Prescribing Practice (GPP) dalam sesi pertama
seminar.  GPP terutama berkaitan dengan isu "bagaimana dokter memilih obat
yg benar" untuk terapi atas keluhan kesehatan pasiennya. Pemilihan obat yang
benar harus berdasarkan pada 5 elemen yaitu Safety (keamanan obat), Efficacy
(efektivitas), Suitability (kesesuaian), Cost (biaya) dan Availability
(ketersediaan). Dari uraian beliau, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa
puyer tentu saja tidak memenuhi kaidah2 di atas. Jadi wondering. Saya
berasumsi Profesor Rianto tentu mengajarkan ttg GPP ini dalam kuliah-kuliah
farmakologinya, tapi apa yang terjadi sehingga para dokter setelah lulu
seperti "lupa" dgn prinsip ini hingga tercebur dalam praktek peresepan
berbasis template (yang sudah dibuat oleh senior2 mereka).

Presentasi kemudian dilanjutkan oleh Dra. Ida Z. Hafiz, Apt.Msi (Dept.
Farmasi FKUI). Yang menarik dari paparan beliau adalah pernyataanPenulisan
resep dalam bentuk racikan yang terdiri campuran tablet paten/jadi kemudian
digerus dijadika sediaan puyer (atau dimasukkan ke dalam sirup) perlu untuk
segera dikoreksi. Sebelum seminar saya melakukan sedikit browsing, dan
betapa sulitnya menemukan data apapun mengenai puyer/pooier/pulveres di web.
Jadi selama ini kita tertinggal ya, saat dunia kesehatan di dunia sudah
puluhan tahun meninggalkan puyer kita baru sebatas kaget/sadar bahwa puyer
itu lebih banyak kerugiannya. Still a long long long way to go, begitu kata
dr. Purnamawati (Yayasan Orangtua Peduli/YOP) dalam presentasinya. Walaupun
demikian bunda (bunda aja ya hehehe), menunjukkan kepada audience bahwa
kita mampu bergerak menuju ke sana, menuju kepada kondisi penggunaan obat
yang rasional. Terbukti dengan meningkatnya upaya masyarakat dalam membekali
diri dengan pengetahuan kesehatan. Khalayak umum semakin mudah memperoleh
akses pengetahuan kesehatan tsb di era informasi dan transparansi saat ini.
Ge-er mode onyg dimaksud bunda kita kan ^_^ Jadi SP'sayo kita belajar
terus. Be smarter, praktekkan semua ilmu yg udah didapet di
milis/pesat/forum lainnya. Kita bantu dokter, kita bantu pemerintah di
tengah kondisi pelayanan kesehatan yg ga jelas seperti sekarang ini.

Sebenernya masih banyaaakk banget materi seminar hari ini, ada testimoni
konsumen kesehatan, dokter di lapangan dll. Justru itu bagian yg paling seru
menurut saya :) Semoga yang lain bisa menambahkan.

Salam,

Ria-bundaNaznin

Dari Mila (azzura.veda@..............)
sambung ceritanya Ria ya...

Salah satu catatan penting dari seminar puyer ini adlh dari
keterangan Prof. DR. dr Rianto Setiabudy, Sp.FK. Prof Rianto kasih
presentasi dan keterangan-nya dengan simple tapi point2nya penting
sekali. seingat saya (CMIIW ya, docs & SPs), kemarin beliau gak
directly bilang, puyer gak boleh, tp beliau langsung kasih tau risk
& benefit dari pemberian puyer.

benefit-nya;
1. dosisnya sesuai dengan keperluan (dalam hal anak, sesuai dg BB
anak)

2. murah

3. gak menakutkan krn pemberian beberapa jenis obat udh digerus jadi
satu sachet - polifarmasi

risk-nya:
1. stabilitas obat menurun

2. untuk beberapa obat, bisa jadi obatnya sudah rusak sebelum
mencapai sasaran krn proses penggerusan. salah satu obat yg beliau
jadikan contoh, erythromycin.

3. salah peracikan karena human error. contoh dari kasus ini,
misalnya ada obat dari jenis yg sama tapi punya merk dagang yg
berbeda2. bisa jadi dokter kasih satu pasien 2 jenis obat yg sama dg
merk dagang yg berbeda dalam satu sachet puyer. saya lupa contoh
kasus/obat yg beliau sampaikan untuk kasus ini...

4. untuk obat yg jenisnya slow release bisa terjadi efek dumping
apabila sudah dijadikan puyer. obat yg dimaksudkan untuk mulai
bekerja secara perlahan, setelah dijadikan puyer malah jadi gak slow
release lagi yg nantinya malah membahayakan pasiennya. lagi2
catatannya ketinggalan buat contoh obatnya.

5. kesalahan apotik dalam peracikan obat. untuk point ini, beliau
kasih contoh pernah terjadi kasus pasien menerima puyer dari apotik
dan setelah itu masuk rumah sakit. setelah ditelusuri ternyata di
dalam puyer yg diterima dari apotik, obatnya tidak sama dengan obat
yg diresepkan dokter pasien tsb.

6. proses penggerusan puyer ternyata tidak selalu dengan ditumbuk
tetapi dg cara blending. ini bisa menjadi polusi untuk farmasis yg
bertugas membuat puyer tsb.
untuk point ini, saya gak punya bayangan blender sekecil apa ya yg
dipakai apotik untuk blending. kebayang blender di rumah, kalo
dipakai untuk blending bahan2 makanan dalam jumlah sedikit, pasti
banyak yg ketinggalan di dalam blendernya. apalagi obat yg jumlahnya
relatif sedikit ya. atau mungkin blending puyer di apotik, pakai
alat lain ya? SPs yg farmasis, cerita dong soal ini...

7. kalaupun pembuatan puyer dengan cara digerus, akan ada obat yg
menempel di mortir. akhirnya, puyer yg dikasih ke pasien, dosisnya
udah gak sama lagi dg yg diresepin dokternya.

8. obat yg dalam proses pembuatan di pabriknya sudah melewati proses
kerja yg steril, pd waktu mau dibuat puyer, dibuka kemasannya.
akhirnya obatnya sudah tercemar.

9. interaksi antar obat akibat proses penggerusan puyer

10. kalau terjadi efek samping pd pasien akibat puyer, bingung mau
cari tahu obat mana yg menimbulkan efek samping. kebayang kalo di
dalam puyer ada 10 macam obat. mau cari tau efek sampingnya,
dihilangin obatnya satu2. mau berapa lama akhirnya dokter &
pasiennya tahu obat mana yg bawa efek samping?

dari penjelasannya Prof Rianto yg super lengkap ini, akhirnya
kejawab ya, perlu atau tidaknya puyer. tapi juga seperti dibilang
dokter Moh Shahjahan dari WHO, masalah puyer & RUM ini perlu ada
political commitment. yaa, kalau mengharapkan political commitment
dari negara tercinta ini, bisa long long long long way to go ya...
tetap optimis suatu hari nanti akan ada political commitment dari
pemerintah. tapi sebelum itu ada, yuk kita sendiri aja dulu ya yg
mulai.....

SPs & Docs, tolong tambahin ya hasil catatan saya ini...

salam,
mila

Dari Samsul (samsulna@......)
Seperti kata Ade pas sesi tanya jawab, kalo kita beli barang dan risk nya lebih buanyak dari benefitnya tentu sudah jelas bahwa kita akan menolaknya.

tentang benefit puyer sebenarnya saya masih rancu :
1. Dosis : misalnya parasetamol, bukannya lebih akurat jika memakai yg sirup dan mengunakan pipet atau stringer karena jelas ada skala pada alat tersebut. Kalo pake puyer, sedikit banyak masih ada yg menempel pada kertas pembungkus.

2. Murah : bisa juga khan dokter memberi resep obat ( jika perlu ) sesuai dengan target lama pemberian. Tidak harus satu botol / kaplet dan jika sudah sembuh, sisa obat bisa disimpan. Entah lah , masih kabur maksud murah disini..

3. Menakutkan.
Yang mengetahui cara pemberian obat ke anak ya ortunya bukan dokter
Ortu lebih tahu bagaimana cara membujuk anak, memberi tahu pentingnya obat dan menghilangkan kesan menakutkan terhadapnya dan ini sifatnya sangat individualistis, berbeda antara satu anak dengan anak lainnya.
Sungguh tidak tepat jika karena alasan psikologis anak tersebut, dokter bertindak tidak rasional dengan mengubah bentuk obat dengan resiko yg segambreng tersebut.
Belum lagi diartikel dr Ida Hafiz yg menyebutkan ada 20 alasan pratisi kedokteran yg tidak setuju peresepan puyer untuk anak.

Tapi ada dokter yg sharing bahwa pasiennya yg anak, pernah muntah diberi obat sirup karena aromanya sehingga beliau mengganti dengan puyer.
Trus dokter lainnya juga memberi puyer turun panas dicampur AB waktu anaknya sendiri demam karena khawatir kejang demam.

gemes banget dengar jawaban2 yg tidak rasional tersebut....

pas mo pulang sempat ngobrol sedikit sama Prof. Rianto, dan beliau memang sangat konsisten untuk membenahi carut-marut perpuyeran walau mendapat tantangan & hambatan dari sana-sini.
Jadi ngefans sama beliau....Dokters, diundang ke milis dong, imelnya apa ya....

thanks,
samsul

Dari aku :D

Nyambung ahh...

Dari sekian pakar yang hadir.. dari pengamatan saya, cuma 2 yang benar-benar menyuarakan "TOLAK PUYER SEKARANG JUGA" yaitu Bunda kita tercinta Bunda Wati dan Prof Rianto (saya jadi ngefans juga nih Pak Samsul.. hehehe). Yang lainnya.. wah kalo saya nilai masih ngga berani menstate bahwa puyer itu gak ada keuntungannya. Dan yang menyedihkan alasan mengapa masih menerima puyer itu loh yang bikin gemes.. Yang katanya anak ngga mau makan sirup lah atau ngga ada sediaan obat untuk anak-anak (maka dariitu mereka menggerus puyer agar sesuai dengan BB anak). Justru masalahnya.. apakah anak-anak yang berobat ke dokter itu benar-benar membutuhkan obat??? Seperti Bunda bilang bahwa 80% masalah anak-anak itu cuma common problem dan Thanks God kita disini belajar gimana cara menangani common problem dengan treatment yang benar... Yang mostly akan sembuh sendiri tanpa obat..,, THANKS BUNDA...

Thanks to milis saya berkesempatan hadir dalam seminar yang sangat edukatif dan juga lebih membuka mata saya lebar-lebar..

Hhhhhhh...(tarik nafas panjang) ternyata memang perjalanan kita masih panjang..
Dan saya bisa ambil kesimpulan dari diskusi kemarin.. Jika memang orang-orang yang kita harapkan ternyata tidak bisa merubah paradigma.. penyelewengan.. dan keadaan sekarang.. Maka sudah saatnya KITA sebagai KONSUMEN KESEHATAN yang harus bertindak.

Yuk.. bergandengan tangan.. ajak semua orang untuk sama-sama menolak puyer sekarang juga!!!
Semoga dunia kesehatan di Indonesia semakin baik..

Ada pernyataan Prof Mardiono yang cukup menggelitik saya .. "Kalau dokter pasiennya banyak.. artinya dia itu dokter yang cari duit.. Nah kalau sedikit.. itu dokter yang bener-bener memberikan konsultasi yang benar kepada pasien (seharusnya minimal kita konsultasi itu 15 menit)"
hehehehe...


TOLAK PUYER SEKARANG JUGA!!!

-ida-


Dari Lita (lita_mw@..........)
Dear all,

saya cuma mo nambahin dikit berdasarkan hasil diskusi saya dengan
dr. Eddy (ketua IDI), Ibu Husna(YLKI), dr. Nilda (wakil dari
Depkes)... saya sempat bicara dengan beliau-beliau setelah seminar
usai karena ada pertanyaan yang masih belum terjawab....
saya menanyakan kemanakah kita bisa lapor bila kita tidak
mendapatkan informasi yang lengkap dari dokter mengenai penyakit
kita, obat-obat yang diberikan (baik puyer atau paten) serta efek
sampingnya... apakah ke YLKI atau ke IDI, ternyata dr. Eddy sangat
menyambut baik bila kita (konsumen kesehatan) mau berbagi pengalaman
mengenai hal ini dan adalah hak kita untuk mendapat informasi yang
selengkap mungkin dari seorang dokter.... untuk sharing
atau 'melaporkan' jasa layanan dokter yang kurang memuaskan (hallah
bahasanya..) kita bisa masuk ke web-nya IDI dan menulis di sana....
jujur saya belum coba buka web-nya ini dan bagaimana fasilitas
online untuk complaint ini....
semoga dengan para dokter yang mulai membuka diri, kita sebagai
konsumen kesehatan juga mendukung dengan memberi masukan-masukan
yang cerdas sehingga dunia kesehatan Indonesia menjadi semakin
baik....

Salam,

Lita M. Winarko

Dari Sisil
Dear all,

karena banyak mondar mandir, saya banyak kelewat diskusinya, tapi
sempet terekam dengan baik hasil scan resep2 yang ditampilkan oleh
para presenter. Sakit peruuuut banget waktu itu, merinding, mules2 deh
pokoknya. Pernah denger bunda cerita ada baby yang dikasih obat 15
macem untuk dijadiin satu puyer aja udah melongo, eh, kemarin salah
satu dokter cerita kalau ada yg dapat 57 macam obat untuk dijadikan puyer.

Selanjutnya, yang ini dari farmasis, ternyata, farmasis juga suka
sebel kalau baca tulisan dokter yang tidak terbaca. Trus ada ceritanya
nih, kalau ada seorang pasien yang dapat obat diabetes padahal
penyakitnya bukan itu, gara2 tulisan dokternya nggak jelas. Hasilnya?
sipasien pingsan habis minum obat dan setelah itu dia nggak pernah
bisa bekerja seperti semula. Duh, jadi harus saya inget2..kalau sampai
dapet resep dari dokter(mudah2an sih gak pernah...) saya harus tegas
minta dibacakan dan menulis ulang bila perlu(kalau dokternya emang
tulisannya jelek, nggak kebaca dan nggak mau nulis ulang). Paling
nggak, kalau dapet obatnya dari apotik kita bisa cek. Harusnya memang
gitu kok, kita boleh dan wajib tau baris perbaris resep yg dituliskan,
plus gim,ana cara kerja obat, efek samping dsb. Intinya, kudu rada
cerewet hehehe... dan kita baru bisa 'cerewet dengan ok' kalau kita
tahu cukup banyak. Untuk ini kita harus punya informasi dulu. Memang
akhirnya ya kita harus belajar juga untuk bisa go to tango.

Satu lagi, sediaan obat dibuat menjadi bentuk tertentu itu karena ada
tujuannya, misalnya, supaya obat ini akan larut di lambung sedikit
demi sedikit dalam kurun beberapa jam. Nah, bisa dibayangkan kalau
obatnya digerus jadi satu dan langsung larut di lambung sekaligus,
bukannya jadi seperti bom yah? Duh, ngeri ya...

Seminar ini langkah awal, paling tidak orang2 mulai ngeh kalau ada yg
nggak beres dengan puyer, yang selama ini dianggap sesuatu yg wajar.
Banyak berharap sama mahasiswa kedokteran yang ada di situ(tapi kalo
dosen2nya pada puyer mania ya susah juga deh...:()dan ada ketua YLKI.
Yah...namanya berharap...sambil kita sendiri terus belajar dan
membenahi diri, mudah2an bola saljunya bisa bergulir lebih besar.
Selamat dan sukses untuk dr Yoga dkk.

Salam,
Sisil

Perlu dibaca juga nih..
Tulisannya suaminya Ade Novita
http://arijuliano.wordpress.com/2008/05/03/kayaknya-perlu-standarisasi-teknis-penulisan-resep-deh-dok/

http://sisiliapa.multiply.com/journal/item/161/Berita_Pers_Puyer_Quo_Vadis

http://sisiliapa.multiply.com/journal/item/162



Selasa, 04 Maret 2008

Blognya Dokter Wati

http://purnamawati.wordpress.com
Ikutan ngelink kayak Sisil en Shinta. Sama kayak mereka.. aku juga baru tauuu. Padahal kalo dilihat arsipnya dari tahun 2004 ada. Bundaaa.. kok ga kasih tau sih kalo Bunda punya blog hehehe..

Selasa, 29 Januari 2008

Batuk.. Bahaya gak sih??

Ada postingan Dokter Ian yang  bener-bener gamblang en jelas soal bilamana batuk itu bahaya. Berlaku buat anak dan dewasa. Dokter Ian, permisi ya postingannya di milis aku posting disini. Boleh kan dok??? *twink-twink

Dear Sp...

Hmmm rasa rasanya musim batuk pilek nih di milis, hampir setiap bulan atau
setiap hari ada aja yang posting mengenai batuk pilek...

artinya apa ya....

artinya... batuk pilek itu bisa terjadi kapan saja... setiap hari di dunia
ini pasti ada yang batuk pilek...

ada yang bertanya...
kalau anak saya masih usia sebulan... bahaya gak???
kalau udah lebih dari dua minggu bahaya gak???

well....
inget kemarin ada pasien datang ke saya... anaknya batuk keras banget...
sampe kasihan liatnya... katanya...

jadi... sebenarnya sebatas mana sih batuk dikatakan bahaya...
atau seberapa beratnya sih batuk sampai harus kasihan lihatnya...

yuk... ubah mindset...
bahwa... kita tidak perlu kasihan kalau lihat anak batuk
bahwa... batuk keras tidak menunjukkan beratnya penyakit

kebayang tidak kalau anak kita batuk... pasti nih saluran napasnya udah
penuh debu... penuh kuman... penuh virus... belum lagi ada cairan masuk...
ngembeng disana jadinya...
terus masuk ke paru paru... jadi tidak bisa ngembang paru parunya...
selanjutnya jadi sesak napas... anak kekurangan oksigen... dan selanjutnya
silahkan diteruskan sendiri...
makanya nih orang yang gak bisa batuk karena misalkan stroke atau CP...
justru ditepuk tepuk punggungnya... dipaksa supaya bisa batuk... ya itu tadi
tujuannya untuk membersihkan saluran napas...

batuk tidak mandang usia lho... siapa saja yang kemampuan atau sarafnya
tidak terganggu pasti bisa batuk... dan itu suatu anugrah yang harus kita
syukuri...
kalau terjadi pada anak kecil apakah bahaya? belum tentu...

semua kondisi pada anak... tidak bisa dikatakan berat atau tidaknya hanya
dengan satu gejala saja....
batuk keras... tapi nyusunya kuat banget ya nggak papa... artinya saluran
napasnya tidak masalah...
nggak batuk tapi napas ngosngosan... nangisnya lemah (ceuk orang teh namina
ngereng)... ada tarikan otot di sela iga di atas dada... nah itu baru
bahaya...
demam tinggi tapi anaknya masih lari larian... artinya ya memang kondisinya
tidak berat...
nggak demam... tapi permukaan telapak tangan kaki terasa dingin... anak luar
biasa lemas dan teler... tidak pipis... nah itu bahaya banget tuh...

jadi... untuk mengatakan suatu anak dalam kondisi yang serius tanpa
memandang usia anak... termasuk orang dewasa sebenarnya... lihat kondisi
yang lainnya ya...

jadi kalau cuma batuk...
tidak sesak...
tidak ada gerakan dada yang tertinggal
tidak ada bunyi napas tambahan...
tidak dehidrasi...
tidak kejang...
tidak tidur yang tidak bisa dibangunkan sama sekali...
tidak muntah projektil...
tidak batuk/muntah darah...
tidak lebih dari 2 minggu...
tidak ada gangguan tumbuh kembang...
ya nggak masalah...

meskipun batuknya keras... (ceuk orang teh namina batuk bangkong) batuknya
melengking... gak papa...
gak bisa tidur... ya gak papa... toh nanti dengan sendirinya dibuat catch up
tidurnya kok...
ibarat kita lagi perang... ya emang gak boleh tidur nanti diserang
musuh bagaimana???

perlu kasih obat tidak???
yuk set mindset lagi... obat batuk pilek yang ada bukan untuk menyembuhkan
tapi menghilangkan batuk pileknya...
batuk pilek itu suatu gejala dari suatu penyakit jadi yang diobati hanya
penyakitnya...
batuk yang butuh obat hanya: pertusis dan TBC (pada anak besar dan orang
dewasa, anak kecil biasanya gejalanya bukan batuk)
batuk alergi atau asma diberikan obat pereda hanya bila terjadi sesak napas
tapi bukan obat yang menekan batuk melainkan inhalasi steroid dan
bronkodilator..
batuk atau sesak karena cystic fibrosis diberikan inhlasi bronkodilator atau
mukolitik...
batuk karena sumbatan benda asing ya dikeluarkan benda asingnya...

he...he...
jadi kalau anaknya batuk jangan panik yaaaa????

mudah mudahan bisa jawab pertanyaan yang mirip mirip ya???


Selasa, 31 Juli 2007

Hari ASI Sedunia dari masa ke masa

Hari ini dimulai dengan semangat Hari ASI Sedunia (World Breasfeeding Week). Saat yang tepat untuk kampanye ASI disaat melambungnya harga susu sapi. Saatnya bayi-bayi di seluruh dunia khususnya di Indonesia untuk mendapatkan haknya. Yaitu minimal mendapat ASI di awal 6 bulan pertama kehidupannya.

Dibawah aku kutip dari SELASI kegiatan Hari ASI dari tahun ke tahun. Hmmm.... tahun ini apa ya?? Yang jelas makin banyak pihak yang terlibat. Denger-denger sih dari AIMI, YOP, Mercy dan mungkin ada yang lainnya akan melakukan gerakan dalam rangka hari ASI ini. Semoga juga lebih banyak lagi dari pihak pemerintah yang ikut terlibat. Bu Menteri Kesehatan semoga ikut terjun juga trus bisa mengubah kebijakannya atas naiknya harga susu sapi. Semoga RUU Pemasaran Susu Formula segera disahkan menjadi UU. Yang jelas semoga juga isinya berpihak kepada masyarakat.. bukan ke industri per-susu-an. Hmm... berharap niih bisa terlibat di kegiatannya.. at least jadi penggembira hehehehhh.. Tapi misalnya gak terlibat pun.. kita bisa kok kampanye di lingkungan sekitar kita.. Seperti yang aku pernah sharing di sini, kita jadi role model aja dan jadi bukti kalo KITA BISA kok memberi hak buat anak kita asal kita mau BELAJAR dan BERUSAHA.

At the end... aku mau mengucapkan SELAMAT buat bayi-bayi yang sudah mendapatkan haknya.. dan IBU-IBU yang sudah berjuang untuk memberi yang terbaik untuk anaknya.. demi menjaga kualitas anak-anak Indonesia menjadi generasi penerus bangsa (cieeehhh...!!!)

HIDUP ASI!!!!

http://selasi.org/index.php?option=com_content&task=view&id=26&Itemid=41

KEGIATAN HARI ASI SEDUNIA DARI MASA KE MASA 

1. Tahunkegiatan 1994 TEMA: "Breastfeeding Making The Code Work"  Seminar Sehari untuk Kader – Kader Binaan St. Carolus. Memperkenalkan ASI khususnya ASI Eksklusif di Hotel Borobudur. Secara cuma- Cuma dan dijemput 

2. 1995  Tema : "Breastfeeding  :  Empowering Women" Seminar sehari dengan  mendengarkan pendapat Lima Pemuka Agama tentang ASI  ditinjau dari Kitab Suci  masing- masing Agama Islam , Katolik, Kristen, Budha dan Hindu.

3. 1996 Tema : "Breastfeeding : a Community Responsibility" bersama Kowani pidato dr Utami roeslimenyelenggarakan Lomba Bayi Sehat ASI Eksklusif dan Seminar sehari Pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja.

4. 1997 Tema : "Breastfeeding : Nature’s Way" bersama Kowani dan Pemda DKI menyelenggarakan Lomba Mewarnai gambar ASI dan Poster ASI.

5. 1998  Tema : "Breastfeeding : Best Investment" Seminar Eksklusif dan Pijat Bayi Investasi terbaik Serta Pelatihan Pijat Bayi.

6. 1999 Tema : "Breastfeeding : Education for Life" Pemberian Piagam Bayi ASI Eksklusif oleh Presiden RI  Prof Ir Habibie di Istana Negara.

7. 2000 Tema : "Breastfeeding: It’s Your Right" Demonstrasi Bayi ASI menuntut Haknya di Bundaran HI.

8. 2001 Tema : "Breastfeeding in The Information Age" Menyelenggarakan Pelatihan Volunter Conselor menggunakan Module 40 jam  WHO/ UNICEF.

PARTICIPANT of  COUNSELLOR
Health workers who care for mother and babies : Midwives, Community health nurses, 
Pediatric nurses, nutritionist,  medical doctors, pediatrician.
Non health care  profession : psychologist, engineer, journalist, NGOs, house wife, student, a male Air Force Captain.
PEER EDUCATORS
Nursing mothers
Nursing mothers to be.

9. 2002 Tema : "Breastfeeding : Healthy Mothers and Healthy Babies" Bersama MENEGPP seminar sehari : Peran Ayah dalam Keberhasilan Menyusui Eksklusif.

10. 2003 Tema : "Breatfeeding in Globalised  World" Membidani LSM ASI baru :
SENTRA LAKTASI INDONESIA ( INDONESIAN BREASTFEEDING CENTER) yang diresmikan oleh 
Menteri Kesehatan dan Menteri Peranan Wanita.

11. 2004 Tema :  “Exclusif Breastfeeding: the Gold Standard” Seminar sehari  Safe, Sound, Sustainable.
A. Pemberian Penghargaan pada "celeberetis  laki-laki yang berhasil anakanya diberi ASI Eksklusif sebagai “ Breastfeeding Father celebrities” Dilanjutkan dilanjutkan dengan panel diskusi dg bapak ASI celebrities ini dipandu oleh Pemusik/komposer terkenal alm Hary Roesli

B. Menandatangani kerja sama dengan IDAI dan Indonesian Medical Nutrisionist Association  untuk mempromosikan, melindungi dan mendukung ASI.

suasana latihan12. 2005   Tema : "Breastfeeding and Family Food : Loving & Healthy" Bersama dengan MenegPP, menyelenggarakan :
Perlombaan gerak jalan membawa poster ASI diikuti oleh kelompok Rumah2 Sakit, Profesi, Kesatuan tentara, Kantor dan Perusahaan , Kelompok Keluarga dan masyarakat. Diperlombakan adalah Poster-Poster ASI ini yang untuk ½ hari boleh dipajang di Monas
Dibuka oleh Mentri Pemberdayaan Perempuan dan ditutup oleh Ulama terkenal Aa Gym
Mengundang 100 anak anak jalanan untuk menyanyikan lagu-lagu ASI.

13. 2006 Tema : Bersama US AIDS mengadakan Seminar sehari di DPR RI

“ ASI dalam Legeslasi”

Untuk memberi masukan pada anggota DPR RI  memasukan ASI Eksklusif dalam amandemen UUD Kesehatan RI
 

Selasa, 29 Mei 2007

UHT n sedotan

Sejak si thole umur 1 tahun aku mulai nambah susu UHT buat thole. Tidak lain karena produksi asiku yang maikn lama empot-empotan.. kejar tayang teruss. Pas mendekati 1 tahun si mbaknya aku suruh irit kasih ASInya ke thole.. Maaf yah Leee...

Awal dikasih UHT, thole cuma sebatas icip-icip.. sesendok dua sendok.. ga nolak. Nah.. giliran pas bener-bener dikasih... coba 30ml pakai spout.. gluk..gluk.. habis itu diemutttttttt.... Akhirnya si mbaknya nyendokin sisanya .. ga pakai spout lagi. Itu berlangsung kira-kira tiga minggu. Akhirnya, pas minggu kemarin.. iseng-iseng aku ke indomaret berharap ada diskonan susu Ultra yang bulan ini harganya udah naik.. hiks. Sebelumnya udah punya info kalo Ultrajaya ngeluarin fresh milk kemasan bantal.. yang harganya jauh lebih murah. Ternyataaaa.. di Indomaret ada looh.. Dann yang bikin aku kalap lagi.. beli 5 kemasan 200ml atau beli 2 kemasan 500ml dapat 1 lunch box. Wah.. seneng doongg.. Akhirnya semua stok di Indomaret aku beli.. mereka cuma ada stok 3 liter.. ya sudahlah akhirnya pulang nenteng 3liter susu sehat (oh ya.. namanya susu sehat) plus 3 biji lunch box.. wah luamayan bangettt.. dan ternyata harganya juga jauuh lebih murah!!! Ngga kebayang misalnya si thole pakai susu formula yang mahal-mahal itu.. Pakai UHT ini sebulan paling banyak habis 100ribu. Itupun yang mimik aku ama thole. Sebuah pengiritan besarrrrr yang harusnya semua orang tua yang masih pakai susu formula untuk anaknya yang diatas 1tahun tahu.

Nah.. setelah beli.. coba dong aku kasih 1 kemasan 200ml ke thole. Aku sorongkan sedotan ke mulutnya.. Hebatnya thole.. langsung nyedot gluk..gluk..gluk.. ampe UHTnya tinggal dikit bangettt.. Wah jadi tau nih.. kalo kasih UHT ke thole pakai sedotan aja. Alhamdulillah.

Buat yang belum tau apa keunggulan UHT dibanding susu bubuk.. ini dia artikelnya. (dari milis sehat)

PT. Tetra Pak Indonesia
Ronny Hendrawan
Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu

Sumber : WASPADA Online

Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS

Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998). Dalam prakteknya sangat kecil peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas. Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.

Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer. Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder)
(SNI 01-2970-1999).

Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Proses Susu UHT

Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik.
Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah
susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang baru diperah harus diberli perlakuan dingin termasuk transportasi susu menuju pabrik.

Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh
proses dilakukan secara aseptik.

Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri
perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar kesehatan internasional.

Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis menjamin susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.

Keunggulan Susu UHT

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba
(patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah.

Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu cair
menjadi susu bubuk.

Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu
akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut menyebabkan menurunnya daya cerna protein.

Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu perubahan konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L. Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh.

Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu. Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya mencapai 0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.

Tip Penggunaan Susu UHT :

1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan
pada refrigerator.

2. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50
derajat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel
akibat kerusakan protein.

3. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang
umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi
akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba pembusuk
tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk
menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.

4. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. Selain
menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga
menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi
berflavor dan beraroma masam.

5. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi susu oleh
bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan
protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan
pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu
menjadi pecah dan agak kental.

Gambar diambil dari sini.

 

Kamis, 08 Februari 2007

Selasa, 23 Januari 2007

Salah guna cytotec (oh my God..)

SEMARANG- Di Indonesia, Cytotec banyak dipergunakan untuk berbagai keperluan, terlebih untuk wanita hamil. Padahal obat tersebut terlarang dikonsumsi wanita sedang mengandung. Meski berdasar literatur Cytotec belum dimasukkan dalam daftar obat untuk kehamilan, tetapi obat ini sudah lama dipergunakan misalnya, disalahgunakan untuk aborsi.

Ahli kebidanan dan penyakit kandungan, Prof dokter Untung Praptohardjo SpOG mengatakan, pemerintah semestinya melakukan pengawasan terhadap penyalahgunaan obat ini. "Saya menilai pengawasan pemerintah sangat minim dan susah diharapkan.

Kasus aborsi ilegal yang dilakukan dokter Kokok Hadyanto yang mencuat ke permukaan beberapa waktu lalu, baru salah satu kasus. Mungkin masih banyak yang lainnya," ungkap ayah dengan empat anak yang pernah mengajar di Fakultas Ilmu Kedokteran Undip sejak tahun 1962 hingga tahun 2005 ini, dalam keterangan persnya di Gedung Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jateng, Sabtu (12/8).

Kendati demikian, pria kelahiran Temanggung tahun 1935 ini memaparkan, kesalahan dalam penyalahgunaan obat ini bukan disebabkan si pembuat, melainkan pada si pemakai. Sebab perusahaan yang memproduksi obat itu sudah memberi peringatan efek bahayanya bagi wanita hamil.

Penasihat PKBI ini menuturkan, Cytotec sebenarnya untuk mengobati ulkus lambung yang gejalanya mirip dengan orang hamil. Obat ini berisi mesoprostol, yang memiliki tiga efek samping, yaitu diare, nyeri perut, uterotonik.

Hingga kini, tutur Untung, mesoprostol sebagai bahan induksi persalinan masih menjadi perdebatan. Karena itu, perlu dilakukan penelitian guna membandingkannya dengan obat yang sudah diakui. Induksi adalah usaha manusia untuk membuat supaya seorang ibu hamil timbul kontraksi. Dalam hal ini, pemakaian mesoprostol harus hati-hati dan pengawasan ketat.

Pemakaian berlebihan bisa menjadi hiperkontraksi yang menyebabkan kesakitan atau gawat bayi. Tidak jarang persalinan tersebut harus melalui operasi sesar. Jika penggunaan berlebihan ini terlambat diantisipasi, bisa mengakibatkan terjadinya robekan jalan lahir atau terjadi pendarahan. Karena itu, pengobatannya harus dengan histerektomi.

Bila terjadi pendarahan, keadaannya akan fatal karena pendarahan tidak bisa dihentikan walaupun dengan histerektomi. Dengan Cytotec, jaringan uterus menjadi rapuh dan sukar dijahit.

Berkenaan dengan praktik aborsi, Untung menguraikan, memang bila obat ini dimasukkan ke dalam vagina maka portio yang terkena obat ini akan menjadi lembut dan apa yang ada di dalamnya bisa keluar.

Dengan obat ini akan timbul kontraksi atau mules-mules, janin yang ada di dalamnya meninggal dan akhirnya timbul pendarahan.

"Pendarahan ini kadang-kadang sampai lama dan akhirnya harus dihentikan dengan kuret." (H30-18s)

 

                                                -----------------------------------------------------

 

Cytotec, obat ini yang diresepkan DSOGku waktu kehamilanku udah masuk minggu ke 40 tapi belum ada tanda2 kontraksi sama sekali. Waktu itu DSOG meresepkan cytotec yang katanya untuk merangsang kontraksi. Karena menurut beliau.. toh bayi sudah siap lahir.. kenapa mesti nunggu lebih lama lagi.. toh nanti sama saja. Ya sudah dirangsang saja. Ini kandungan, indikasi serta efek samping dari cytotec.

WARNINGS

CYTOTEC (MISOPROSTOL) ADMINISTRATION TO WOMEN WHO ARE PREGNANT CAN CAUSE
ABORTION, PREMATURE

BIRTH, OR BIRTH DEFECTS. UTERINE RUPTURE HAS BEEN REPORTED WHEN CYTOTEC WAS
ADMINISTERED IN

PREGNANT WOMEN TO INDUCE LABOR OR TO INDUCE ABORTION BEYOND THE EIGHTH WEEK
OF PREGNANCY (see

also PRECAUTIONS, and LABOR AND DELIVERY). CYTOTEC SHOULD NOT BE TAKEN BY
PREGNANT WOMEN TO

REDUCE THE RISK OF ULCERS INDUCED BY NON-STEROIDAL ANTI-INFLAMMATORY DRUGS
(NSAIDS) (See

CONTRAINDICATIONS, WARNINGS and PRECAUTIONS).

PATIENTS MUST BE ADVISED OF THE ABORTIFACIENT PROPERTY AND WARNED NOT TO

GIVE THE DRUG TO OTHERS.

Cytotec should not be used for reducing the risk of NSAID-induced ulcers in
women of childbearing

potential unless the patient is at high risk of complications from gastric
ulcers associated with use of the

NSAID, or is at high risk of developing gastric ulceration. In such
patients, Cytotec may be prescribed if

the patient

· has had a negative serum pregnancy test within 2 weeks prior to beginning
therapy.

· is capable of complying with effective contraceptive measures.

· has received both oral and written warnings of the hazards of misoprostol,
the risk of possible

contraception failure, and the danger to other women of childbearing
potential should the drug be

taken by mistake.

· will begin Cytotec only on the second or third day of the next normal
menstrual period.

source:
http://www.fda.gov/cder/foi/label/2002/19268slr037.pdf

 

Lihat.. ternyata obat ini benar2 dilarang digunakan (baca=dikonsumsi) oleh ibu hamil!!!!

Benar2 gila dunia kedokteran sekarang.. Untung sampai sekarang Thole ngga apa-apa.. dan untung waktu itu aku juga ngga kenapa-napa.

Emang sih.. sekali minum dengan dosis seperempat pil sehari sudah bikin perut mules. Aku udah sempet minum selama 2 hari sampai akhirnya mules yang ngga tertahankan dan semakin sering itu datang di hari ketiga. Setelah akhirnya dibawa ke rumah sakit dan pembukaan ngga nambah2 selama 4jam, cytotec dimasukkan lewat vagina.. kontraksi semakin sering dan semakin kuat. Udah gitu aku masih disuruh minum air rendaman rumput fatimah yang membuatku tambah kesakitan lagi. SI bidan sampai ngeri melihatnya.. Postinganku soal gimana proses melahirkanku yang panjang bisa dibaca disini.

 

Fuh!!! Semoga dunia kesehatan kita ngga semakin gila.. Dan tugas kita sebagai konsumen adalah cari.. cari.. dan cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai apapun masalah kesehatan. Ini bukan main-main. Beruntung aku masih bisa berhubungan dengan dunia maya (internet). Gimana dengan sodara-sodaraku yang di daerah.. yang kemungkinan browsing internet aja caranya ngga bisa!! Duh.. makin prihatin..