Tampilkan postingan dengan label aboutdedebaby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aboutdedebaby. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juni 2010

Riffan's best picture - 1year old


Nah kalo ini udah enjoy si Ipan, dengan kostum labu yang genduuut

Yess..

Ipan udah setahun umurnya...

Dan ini dia hasil foto studio kemarin...

3 foto pertama saat usianya 3 bulan, fotonya di Malibu

Nah kemarin rencana mau ke Malibu lagi tapi berhubung ngantri jadinya cari studio lain. Ke M Studio, weleh lebih antri lagi.. trus-trus.. liat ada Kodak Express rada sepi, and ada kostum lucu-lucu pulaa!! Plus, engga antri!!

Sip dehhhh.. Jepret-jepret seruuu, yang heboh mak babenya bikin Ipan ketawa soale foto diambil saat jam tidur dia!! Jadi sebenernya udah ngantuk berat booo hehehehe..

Habis foto, nenen, 5 menit langsung pulesss di gendongan Mama..

Kalo di Kodak ini foto langsung jadi, ditunggu sekitar 30 menit. Kalo di Malibu, musti nunggu seminggu baru jadi :D

So far puas sama hasilnya, rada nyesel pemilihan kostum jerapah yang gak begitu bagus jadinya..

Tapi kalo yg kostum LABU, sukaaaaaaaa bangeeet!! Soooooo cuteeee!!!

Hehehe


Senin, 22 Maret 2010

Mama's Lil Princes!




R I F F A T













R I F F A N




Meski sama-sama lahir dari rahim Mama, tapi they look different! Dari wajah, warna kulit sampai milestonenya juga beda! 

Yang sama, kursi sama bajunya! hahaha! Ipan dapet lungsuran semua dari kakaknya. Dari high chair sampai baju, sampai ke diaper Riffat yag dulu sempat nyisa. Hehehe ngga papa ya Nak.. kan masih bagus, uangnya buat sekolah kalian berdua kelak 

Every Kids are UNIQUES!!

Alhamdulillah.. mereka sehat semua, Mama dan Papa bahagia diberi amanah seperti kalian *semua ortu mah ngerasain ini yaa hehe*






Kamis, 04 Februari 2010

Jika Bayi Menolak Makan Pakai Sendok

Si Ipan turns to 8 months dan maemnya *ihiks* masih angot angotan juga.
Rasanya kok ya teteeep aja kuatir sama perkembangan dia. Bukan kawatir dia nanti kurus gimana tapi lebih khawatir ke perkembangannya, kurangnya asupan nutrisi untuknya walaupun ASI masih memenuhi kebutuhannya sebesar 80%. Starting 6 bulan gue gendong dulu kasih maemnya karna gue pikir dia bakal nyaman digendong ketimbang duduk yang saat itu memang belum tegak. Eng ing eeenngg.. ternyata gak semudah yang gue bayangin. Lidahnya selalu menolak apapun yang masuk ke mulutnya kecuali puting ibunya

Gue inget-inget lagi jaman Riffat, Riffat dulu ditinggal kerja ASIP diberikan pakai sendok jadi otomatis Riffat udah kenal sendok lebih awal yang di kemudian hari berguna saat MPASI. Sedangkan Ipan, cuma kenal nenen ibunya walaupun di awal-awal 2 bulan sempet ASIP diberikan via sendok saat gue masih kerja. Ok, berarti memang harus dilatih pelan-pelan, dari konsistensi caiiirrr banget sampai rada solid, diubah-ubah trial dan error kadang berhasil tapi sering engga . Metode udah macem-macem dari digendong, duduk di high chair dan terakhir pakai car seat posisi agak rebahan. Dan ternyata posisi sedikit rebah ini memudahkan gue sebagai penyuap dan Ipan lebih gampang nelennya. Tapi gak berapa lama boo metode ini lancarrr. Terakhir-terakhir dia udah nangis duluan kalo udah didudukkan di car seat. Dan makin hari makin parah.. liat sendok dan mangkok pasti memalingkan muka hwahwahwaaaaaaaa....!! Belakangan gue akalin makanin dilunakiiiiinnn banget trus disuapin pakai tangan sukses walopun cuma sedikit. Pernah juga dikasih finger food lumayan juga.

Semalem gue browsing ke web MPASI andalan disini dan dari hasil browsing membuat gue legaaa.. Ternyata normal-normal aja bayi begitu. Dan kuncinya adalah sabar sabar konsisten dan tenaaannnggg. Teori sih udah katam karna pengalaman pada RIffat dulu tapi tetep yaaa harus brosing-brosing lagi untuk mencari penguatan.

Ini dia hasil browsingnya mengenai baby yg menolak sendok

When baby refuse to be spoonfed
diambil dari http://www.wholesomebabyfood.com/baby-refuses-to-eat-food-with-spoon.htm

When Baby Refuses to Eat from a Spoon - Why your baby won't eat from a spoon and what you can do to make mealtimes relaxed & fun.

uddenly your baby has refused to eat her food when you try to spoon feed her. She may refuse to eat from the spoon in a variety of ways that are a bit upsetting to parents. Relax Mom & Dad, your little baby is growing up and refusing to eat from a spoon is part of this blooming.

When Will My Baby Refuse to be Spoon Fed?

 

There is a period between 8 and 10 months of age, that your baby may begin to refuse being fed food from a spoon. It is around this age range that babies really begin to become more aware of themselves and what they want. Asserting independence by refusing to be spoon fed is just another baby milestone.

 

Why is My Baby Refusing to be Spoon Fed?

 

As we mentioned, babies begin to find their own independence in a variety of ways. They may show favoritism for a certain toy or lovie and become insulted when you offer them a toy that is not the "toy du jour". Being able to assert their own preferences for eating is another way for babies to head off down independence lane. They may try to grab the spoon away from you or bat at the spoon as it comes close to their mouths. Many babies will simply clamp their lips shut and refuse to open up for a bite. These behaviors are perfectly normal and going with baby's flow will help create positive food relationships and experiences.

 

Please note that many babies will also refuse to be spoon fed if they are feeling ill or if they are teething. Tiredness may also affect baby's eating habits.

 

What Do I Do When My Baby Refuses to be Spoon Fed?

 

Take a few deep breaths and relax.

 

We have found that when our babies reach this new milestone, offering them a bowl and a spoon is one of the simplest ways of appeasing and encouraging them. We mix up their meals as usual and let them try to feed themselves.

 

Oh yes indeed, this is quite messy and you'll be cringing as food flows down the highchair and over those plump, cute little baby legs; the food will make it's way through baby's hair and probably into the ears too. And just when you think your baby will never manage to find her mouth - Success. Sit back and watch your baby delight in her newfound sense of independence and accomplishment.

 

When Should I Stop Feeding My Baby With A Spoon?

 

Only you will know when your baby is ready to stop being spoonfed. All babies are different and will refuse the spoon at different ages and stages. There are many babies who have never been spoonfed. Baby Led Weaning is an approach to infant feeding that is catching on around the world. Babies who are fed via this method never eat "traditional" baby food purees. Instead, babies are offered age appropriate foods that are soft cooked and mashed or smooshed or diced very small. The foods are offered to baby and baby eats the foods as he or she sees fit.

 

Read our Baby Led Weaning article to learn more.

 

Offer More Self-Feeding Meals

 

You may begin to offer your baby more meals made up of foods that baby is able to feed herself whenever you feel she is ready. Don't worry too much about the amount she eats. Offering a variety of nutritious foods during the day will ensure that your baby is getting all the nourishment she need. Remember, breast milk and/or formula remain important sources of nutrition until baby is 12 months of age.

-----------------------

My note:
Intinya sih mulai umur 8 bulan si baby udah mulai terbentuk egonya dan dia pengen nunjukin kalo dia bisa makan sendiri. Jadi methodnya let him food by himself. Berantakan udah pasti tapi ngga papah. Dan dari hasil baca-baca juga idealnya umur 8 bulan harusnya udah 3x meal 2 kali cemilan. Tapi tetep jangan mengacu pada aturan itu, lihat kondisi baby jika memang ngga mau yaudah 1x meal aja oke malahan yang terpenting asupan asi harus mencukupi.

Jadi tenang Ida!! Si Ipan ngga papah kok.. Jangan menyerah yaaaa!! *nyemangatin diri sendiri*


Rabu, 26 Agustus 2009

Riffan 2 months

Update perkembangan Riffan umur 2 bulan. Sebelum telat dan malesnya datang hehehe..

Kontrol 20 Agustus 2009

BB 6,8kg naik 2kg euyyyyyyyy dari bulan 1
TB 59cm

Imunisasi:
DPT1 HIB1 Polio2

Minum ASIP selama ditinggal rata-rata 2botol @120ml.. dikit yaa, siang Mama pulang nyusuin langsung

Perkembangan lainnya
Udah bisa tersenyum
Mulai memperhatikan orang yang bicara dengannya
Seneng banget kalo ada si Mas Riffat di dekatnya, kemanapun Riffat gerak di sekitar dia, matanya selalu mengikuti
Mulai memiringkan tubuh ndundutnya :-)

Fotonya manaaa??


hehehehe

Ntar yaaa nyusuuuullllll!! :D

Senin, 13 Juli 2009

Riffan 1month

Riffan udah 1 bulan umurnya tanggal 12Juli2009


Selamat ya sayang...


Love,
Mama, Papa, Mas Riffat

update: BB 4,8kg PB 54cm
naik 1,5kg dari berat lahir

Thanks: Delegasi warung: Sisil ke rumah




Dear emak-emak warung (Sisil, Arin, Kirana, Dini, Rita, Uwi, Ika, Sophie, Heni, Berna, Mumuw, Rinda, Shinta, Irma) .. makasih yaaa... atas kiriman gelang en cincin buat si Thole jilid 2 aka Riffan..
Delegasi warung diwakili oleh Sisil sekluarga.. Akhirnyaa.. kesampaian ya Sil Damai main-main sama Riffat.

Pas baru nyampai si Damai masih jet lag gitu dee.. malu-maluw.. Eh gak sampai 10menit langsung ON!! Hehehe..
Gemezzz liat Damai.. lucu! gembil! makannya banyak cemol-cemol nyenengin hehehe..

Sisil juga bawain bonus buat Riffat.. Seprei gambar cars sama kukis oatmeal!! Sayang gak kepoto kukisnya. Enyak banget looohh kukisnya. Yuk mareeh yang mo beli ke Sisil ajah dijamin anaknya nagihh hehehe

Selasa, 16 Juni 2009

Sebuah perjuangan: melahirkan

M A N T A B H ! ! !

Proses melahirkan Riffan kemarin benar-benar mantabbbhhhh!!! Bisa dibilang, usahaku untuk melahirkan secara normal sudah sampai mentok, final!! Dimulai hari Rabu, 10 Juni 2009. Aku melakukan CTG dan periksa dalam atas rekomendasi dokter. Saat itu, kondisi bayi OK, belum ada kontraksi tapi sudah ada pembukaan sebesar 1cm. Kepala bayi dibawah cuma belum masuk panggul. Dokter menawarkan, boleh diinduksi saat itu juga atau keesokan paginya. Aku milih opsi kedua. Sempet tanya ke bidan, apakah dengan kondisi seperti ini masih memungkinkan melahirkan normal. Si bidan bilang, masih bisa banget. Banyak kasus begini dan berhasil melahirkan normal. Yess, makin mantep deh..


Hari Kamis 11 Juni 2009 jam 08.00 aku ke RS dan sesuai rencana, induksi pakai tablet yang dimasukkan ke vagina dilakukan. 6 jam pertama, udah mules-mules tapi ngga begitu kuat. Masih sempet telpon2an sama Ria Trinovi dan Ullia umi 3G. Jam 16.00 tiba-tiba ketuban pecah dan kontraksi mulai 'berasa'. Jam 21.00 udah pembukaan 5. Ketuban yang rembes tapi masih banyak di rahim, akhirnya dipecah. Saat itu kondisi kepala sudah turun ke panggul. Jam 23.00 udah pembukaan 8, 5 menit kemudian udah 9. Kontraksi udah luar biasa sakitnya. Bidan mulai perintahkan buat ngeden. Sampai puluhan kali ngeden pakai berbagai macam gaya, ngeden sambil telentang, sambil miring kiri, miring kanan, tetep aja kepala ngga mau kluar. Ada 5 bidan yang gantian bimbing aku ngeden. Akhirnya semuanya nyerah!!. Mereka segera hubungi dokter dan kata dokter dengan kondisi begini ngga ada jalan lain selain cesar. Hmmm sementara aku juga udah lemeeesss.. Sampe melek aja ngga kuat. Ok deh dok ngga ada pilihan lain. Kamar operasi segera disiapkan. Sementara aku tiap 3 menit masih nahan kontraksi yang begitu kuat. Aduuuuuhhh rasanya bener-bener mau mati. Astaghfirullahaladziem..

Disaat itu yang aku pikirin adalah Riffat, baby Riffan dan suamiku. Ngga lain supaya aku ngga terlalu sakit menahan kontraksi yang sangat kuat. Kamar operasi siap sekitar jam 01.00 dengan personil dokter yang lengkap. Setelah bius disuntik baru dehh aku ngga kesakitan lagi. Operasi alhamdulillah lancar.. Jam 01.35 baby Riffan lahir. Sempet IMD sekitar 10 menit tapi ngga sukses karna akunya udah teler berat. Baby Riffan juga keknya kecapekan dan rada kena imbas biusnya juga.


Kalo ditanya nyesel engga kenapa kekeh minta normal ngga langsung cesar aja? Jujur, rada nyesel tapi banyakan engganya hahahaha.. Daripada aku bilang engga kan pasti pada ngga percaya hihihi. Ikhtiarku udah sampai final dan jika engga begitu, mungkin sampe sekarang masih penasaran. Aku lebih bersyukur sekarang, lebih menghargai hidup, lebih menghargai orang tua. Tapi kalo ditanya kapok engga? Sekarang bisa dibilang.. Iyaaaaaaa aku kapooooookkkk hahahahaha.... Udah ahh critanyaa.. Crita soal gimana selama di RS di jurnal berikutnya yaaaa...


Minggu, 07 Juni 2009

Its almost 40 weeks

Uuuuhhhhh... *tarik nafas panjang

Besok tanggal 9 June 09 udah masuk 40 weeks. Deg-degan banget menunggu besok karena besok penentuan terakhir apa aku akan lanjut nunggu kelahiran normal atau cesar.

Perkembangan si bebih aka Ole jilid 2 selama seminggu ini masih muter-muter ajah. Heran juga aku ternyata ruang rahimku masih lega bener buat dia muter-muter. Trakhir hari Sabtu iseng ngecek ke bidan deket rumah katanya kepala udah dibawah tapi emang belum masuk panggul. Tapiii, ngga lama habis periksa, si Ole 02 kembali melintang!!.. Habis tu entah sungsang entah kepala dibawah. Aku masih belum bisa apalin jendolan kepala ato pantat yang nonjok di perut bagian atas. Tapi yang jelas, aku raba bagian bawah emang si dia belum masuk panggul, masih goyang-goyang dangdut.

Pasrah aja deh..

"Ya Allah beri saya yang terbaik dan tunjukkan pada saya mana yang terbaik"

"Dede Ole sayang.. yuk bantu mama, kalo kepalamu udah dibawah, buruan masuk panggul yaa.. Mama yakin kok kamu pasti BISA!!"


Oh ya, sepupu RIffat juga baru aja lahir kemarin, lahir normal setelah diinduksi karena udah masuk 41weeks belum kontraksi juga. Alhamdulillah dapet dokter yang oke, sempet IMD walo bentar di sebuah RS biasa di Semarang sana.. Selamat ya Mba dan Masku..


Selasa, 02 Juni 2009

[Update] 39 weeks

Uhhhh jangan bosen ya sama updetan ini.. hehehe..

Sabtu lalu kontrol ke RS muh lagi dan hasilnyaa.. taraaaaa si Ole 02 kembali melintang dengan suksess.. Posisi kepala ada di samping kanan. Padahal hari selasa sebelumnya kepala udah dibawah cuma belum masuk jalan lahir. Dan tentu sajyaa.. si dokter segera menjadwalkan cesar. Kembali dijadwalkan hari Jumat minggu ini. Hmmm dipaksain untuk pasrahh.. walopun sebenernya gak terima kalo dokter langsung suggest cesar sementara posisi bayi sebenernya gak stuck melintang tapi masih muter-muter.

Hari selasa kemarin, 2 jun 2009 pas umur 39minggu, aku kontrol ke dokter Sutikno di Kimia Farma Slipi. As u known dokter ini adalah dokter ketiga yang aku pakai kontrol selama kehamilan ole 02. Eh, dokter kedua benernya, cuma pernah kecewa sama pendapatnya soal imd. Naahhh.. sebelumnya udah yakin nich kepala dibawah. Eeehh beberapa menit setelah sampai klinik, udah berasa melintang lagi. Sigh!!!! olee-- oleee.. kamu emang suka main kucing-kucingan sama mama. Lagi-lagi aku pasrah aja. Nah pas giliran diperiksa bener aja kepala malah ada di atas agak serong sebelah kiri. gubraks!! Jadi hari sabtu melintang di sebelah kanan, selasa bisa muter sungsang di sebelah kiri atas!! Aduhh bener-bener nich anakku lasak bener di dalam rahim. Tapi yang bikin aku lega, si dokter mau nungguin sampe 40-41 minggu!! Yippieeee!!!!... Sesuai sama harapanku. Beliau juga masih berharap aku bisa melahirkan normal karena riwayat kelahiran anak pertama yang normal juga. Beliau sarankan untuk gerakan nungging sesering mungkin dan balik lagi minggu depan. Passs usia 40minggu. Aku tanya penyebab kenapa si bayi masih muter-muter aja. Jawabannya yah karena si baby emang aktif bangeet di dalam rahim. Beliau malah becandain Si Mas Riffat, 'ini adeknya takut nich sama masnya.. hehehe'.

Jadi mulai sekarang back to basic lagi sering-sering nungging plus ngajak ngobrol si Ole 02. mudah-mudahan minggu depan udah mapan ni bocah..

Sayang.. ayo bantu mama biar bisa lairan normal yaaa...

Kalo kata Ole Riffat.. 'adek, ayo kepalanya muter dibawah.. neng kene lhoooo' (sambil pegang perut mamanya bagian bawah).. 'biar mama gak dioperasi.. buruan keluar yaaa.. nanti ngobrol sama mas riffat' hehehehe...

 

Rabu, 27 Mei 2009

Today 28 Mei 2009

Good news:

Atas masukan kalian-kalian semua disini terutama soal kehamilanku, akhirnya Selasa lalu aku kontrol ke dokter. Tapii ke dokter lain lagi hehehe. Aku sudah pernah 2 kali kontrol sama blio trus balik lagi ke dokter pertama karna kurang sreg sama pendapatnya soal IMD. So far yang aku denger dia juga pro normal banget. Kebetulan juga prakteknya deket sama rumah dan praktek juga di RSAB HK.

Dapet giliran nomer trakhir, jadi nunggu antrian sekitar 1,5jam. Pas ketemu dokter, aku terus terang aja kalo udah disuruh cesar tapi tetep pengen melahirkan normal karena posisi bayi masih berubah-ubah terus sedangkan due date masih cukup lama sekitar 2 mingguan lagi. Akhirnya diperiksa sama dokter, diraba perut, trus dia mastiin kalo kepala udah dibawah cuma belum masuk jalan lahir. Aku juga diajarin cara mastiin kalo kepala udah dibawah. Trus lanjut USG, emang bener kalo kepala udah dibawah, cuma ada lilitan di leher. Dokter ngejelasin even ada lilitan kalau tali pusatnya panjang tetep masih mungkin banget ngelahirin normal. Trus si dokter juga ngajarin caranya biar cepet turun kepalanya gimana. Ternyata cara aku selama ini salah. Terapi posisi sujud sebenernya malah akan membuat kepala makin susah kebawah. Iya sih dilogika aja kan terbalik dari arah gravitasi. Sujud bisa efektif untuk bayi posisi sungsang. Gerakan yang seharusnya adalah gerakan jongkok berdiri. Dokter juga nyaranin untuk ikut senam hamil. Ahhh leganyaaaaa....... Terima kasih Allah karena mendengar doaku..

Hari Rabu pagi aku ke RS HK untuk senam hamil. Bidan pengajar senam hamil bilang emang kalau anak kedua biasanya turunnya kepala bayi baru di usia 38 minggu, karena kondisi rahim yang udah melebar. Kalau anak pertama umumnya 36minggu. SI bidan juga ngajari gerakan jongkok berdiri supaya kepala cepet turun.

Ok deh jadi sekarang tinggal doa, senam hamil dan nunggu mudah-mudahan si bebi cepet turun dan cepet lahir hehehe..


Bad news: Asisten sakit!! Ole juga ikutan sakit huhuhuhuuuuu..

Si Nuri aka Nurce aka mbaknya Ole sakit. Dari Selasa lalu dia aku ungsiin ke rumah budenya buat istirahat. Beberapa hari sebelumnya bolak balik dia terkapar ngga ngapa-ngapain selain tidur dan tidurr karena ngeluh perutnya sakit hebat. DIsuruh makan pun ngga mau. Aku tanya habis makan apa dia. Katanya ngga habis makan apa-apa dan perut sakit gini hilang timbul udah dari 3 bulan yang lalu. Akhirnya sorenya diperiksain ke dokter dan diagnosanya maag. Ahh beteeee banget.. Udah berulang kali ampe bosen ngingetin si Nurce buat makan ontime tapi tetep aja bandel. Dan belakangan aku juga nemu dia konsumsi slimming tea. Huaaaa!!! Aku langsung suruh buang tuh teanya. Wong dia itu udah kurus. Katanya perutnya gendut!! Huahuuuuuhuuu.. dasarrr!!!

Belakangan dia juga ngaku suka minum kopi sehari 3 kali. Whaatt???? Padahal dirumah udah gak nyetok kopi, ternyata dia beli sendiri!!. Minum air putih juga cuma segelas sehari!! Aduh Nurceeeeeee!! sutris aku dibuatnya. Akhirnya aku telpon sodaranya dan aku jelasin kalo si Nuri sakit karena bandelnya dia sendiri gak mau makan. Sodara dan orang tuanya ternyata sudah hafal sifat Nuri yang bandel ini. Uhhh syukurlah..
Sementara dia aku suruh istirahat dulu di rumah budenya daripada aku setres liat dia kumat mulu. Untung nyokap udah disini jadi bisa bantu-bantuin di rumah.

Nah kalo Ole sejak kemarin sore sampe semalam muntah sekitar 8kali. Sampe lemeeesss.. nafsu makan gak ada sama sekali. Keknya aku salah kasih makan dia nich. Kemarin dia makan semur daging. Dagingnya aku buat dari daging giling udah dikukus buat daging burger dan disimpen di freezer. Udah sekitar 3 harian daging kukus tu ngendon di freezer. Mungkin emang udah jelek tuh daging akhirnya RIffat deh muntah-muntah akibat makan daging yang gak bagus itu.

Sekarang lagi bobo, emaknya ngupdet MP sama setrika cucian yang udah segunung..

Fiuuhhh.. capek tapi seneng..



Minggu, 24 Mei 2009

[Update] 37/38 weeks

Ini hasil kontrol Sabtu 23 Mei 2009
BB 5 9kg
Tensi 110/70 -- normal
BB Ole 02 hampir 3kg -- alhamdulillah
Posisi -- kalo minggu lalu posisi kepala di perut sebelah kanan mendatar horisontal, nah sabtu lalu kepalanya ada di sebelah kiri, 30 derajat dari jalan lahir. It means.. si bebi masih muter-muter -- mematahkan teori sang dokter yang katanya udah ngga bisa muter.

Dengan kondisi letak yang memang belum normal dan usia kehamilan yang makin mendekati due date, dsog menyarankan untuk cesar saja. Paling cepet tanggal 25 Mei ini-- hari ini lah yaw.
Nah sebelumnya udah milih-milih tanggal sama si Papa kalo emang harus cesar, mau hari Jumat aja tanggal 29 Mei 2009. Dokter pun setuju. Tapi karena aku melihat si Ole02  nih udah dekeet banget sama jalan lahir, aku pun nyoba nawar sama si dokter. Bisa gak mundur lagi dari tanggal 29 (sambil berharap bisa muter). Si dokter ngga menyarankan untuk menunggu hingga mendekati due date karena khawatir kontraksi yang akan membahayakan janin jika kontraksi terjadi sedangkan letak bayi melintang. Akhirnya diambil jalan tengah. Aku disarankan periksa lagi hari Rabu ini kali aja si bebi masih bisa muter. Hmm.. ok deh Dok.. deal..

Jadi sekarang tinggal doa dan pasrah aja sama Gusti Allah. Semoga aku diberikan pilihan yang paling baik..

Amien..

Minggu, 03 Mei 2009

Merubah Rencana

Hari Sabtu kemarin, tanggal 2 Mei 2009, jatahnya kontrol dua mingguan si ole.02. Pas kontrol dua minggu sebelumnya, si dsog emang nyuruh cek HB karena aku emang ada riwayat HB rendah pas usia kandungan 4 bulanan. Udah dikasih suplemen dan bandelnya aku gak minum tiap hari. Jadilah 3 hari sebelum periksa kemarin, aku cek HB lagi dan ternyata emang masih rendah. 7,9 (normal 12) pfuuuhhhh...

Langsung aja aku summary kontrol kemarin yak.
Usia kehamilan 34weeks.. jadi still 6weeks to go..
BB bayi 2400 gram
Posisi bayi masih melintang dengan plasenta agak kebawah tapi ngga menutupi jalan lahir.
HB 3 hari sebelumnya 7,9

Nah dengan kondisi HB yang seperti itu, si dsog mengintruksikan untuk aku segera dirawat inap saja untuk infus zat besi. Kata beliau, ngga akan keburu kalo digenjot dengan suplemen dan makanan. SI dsog ini ngga ngecek fisik aku. Jadi asal percaya aja sama hasil laboratorium.
Trus dengan kondisi posisi bayi, kata beliau juga, 75% bakal operasi SC karena dengan usia segini si bebi gak bakalan bisa muter-muter. Dijadwalkan, operasi 2 minggu lagi dari sekarang.

Doeng.. doeennggg...

Aku udah speechless aja denger keterangan dokter. Begitu pula suamiku. Mana belum ngajuin cuti hamil. Bener-bener diluar ekspektasi!!! Bahkan si dokter menyalahkan aku gara-gara HB rendah ini BB bayi kurang.. (padahal kurangnya cuma 100gram aja). Katanya, kalo HBnya ngga rendah, kemungkinan BB bayi sekarang bisa 3kg. Doh aku dah ngga bisa mendebat apa-apa soal itu. Kaget, shock!!!!

Begitu keluar ruangan dokter, si Papa bayar administrasi, aku sama Ole ke mobil. DI mobil, air mata udah ngga terbendung lagi. AKu menangis sejadi-jadinya di mobil. Rasanya nyeseeeeellll banget. Kenapa ngga rutin makan suplemen, kenapa harus cesar kenapa begini kenapa begitu. Merasa bersalaaaaahhh banget. Tinggal si Ole yang bingung lihat emaknya nangis.

"Mama kenapa nangis? Ngga apa-apa kok diperiksa Pak Dokter, ngga sakit kok Ma.. Cup-cup jangan nangis ya Maaa.. maafin Riffat yaaaaa"

Huhuhuhuuuuuu nangisku tambah kenceeeennnggg...

Setelah agak reda tangisku. Si Papa punya ide untuk cari 2nd opinion ke dsog yang buat kontrol Riffat dulu. Prakteknya di RSIA Muhammadiyah Taman Puring. Ya sudah kita akhirnya kesana setelah sebelumnya telepon dulu ke sana buat mastiin beliau praktek engga. Ternyata memang hari itu beliau praktek!!.. Alhamdulillah.

Sampai sana, ngga sampai lama nunggu karena jam praktek beliau hampir berakhir. Langsung dicek, dipegang-pegang perutku, trus USG. Subhanallah.. pas diusg, kepala di ole.02 udah dibawah, dan letak plasenta juga diatas!!!! Subhanallah aku ucapkan berkali-kali dalam hati. Gimana bisa sejam sebelumnya masih melintang dan posisi plasenta dibawah, trus tiba-tiba bisa muter. Terima kasih Allah.

Kata dokter, memang posisi kepala dibawah cuma belum masuk jalan lahir. Tapi kemungkinan untuk lahir normal bisa bangeet. Aku tanya BBnya, yup BBnya sama persis kek pas diperiksa dokter sebelumnya 2400gram. Dan beliau bilang normal, memang segitu rata-rata. Lalu aku jelaskan lagi kalo HBku 7,9. Beliau kaget. "Masak sih?? Coba lihat tangannya.." kata beliau. Setelah melihat tangan dan lidahku dsog ngga percaya kalo HB 7,9. "Ngga ah Bu.. ngga mungkin 7, coba periksa lagi aja HBnya". Oke dok. Kalo bener 7 emang harus diinfus zat besi sekitar 2 hari biar cepet naik

Akhirnya aku cek lagi HB di lab RSIA. Dan hasilnya.... 9,6!!! Alhamdulillah lagi.

Setelah cek, temui dokter lagi. Alhamdulillah dokter bilang aku ngga perlu rawat inap buat infus zat besi dan memastikan bahwa aku bisa melahirkan normal!!..

Hmmm.. alhamdulillah Ya Allah. 2 minggu lagi bakal dievaluasi lagi. Sekarang aku harus menggenjot kekurangan HB ini dengan makan yang banyak mengandung protein dan zat besi. Plus minum supplemen.

Akhirnya rencana tadinya mau melahirkan di RSAB Harapan Kita dengan dokter yang pertama aku urungkan. Memang dari awal sudah ragu-ragu banget. Mengingat beberapa kali pengalaman buruk periksain RIffat disana. Plus rada ngga sreg sama si dokter yang kurang komunikatif walaupun sebelumnya udah dapat referensi dari beberapa temen dan hasil browsing kalo ni dokter bagus dan pro normal. Makanya shock banget waktu beliau bilang harus cesar, padahal katanya beliau ini pro normal banget. Mana ngga nunggu 40minggu mo langsung cesar pas 37minggu. Dari sini aja udah ngga sreg. Kenapa dipercepat? Kenapa ngga dievaluasi dulu 2 minggu lagi barangkali aja masih bisa muter. Hmm.. positive thinking aa deh. Dia udah berpengalaman dan mungkin pengalaman dia umur 34 minggu itu udah ngga bisa muter-muter lagi.
Aku milih di RSAB HK karena pertimbangan deket dari rumah saja. Walaupun nantinya palingan ambil kelas 2 yang ngga bisa ditungguin sama sekali. Disana cuma kelas VIP yang bisa ditungguin.

Sekarang mantep.. insya Allah, aku akan melahirkan di RSIA Muhammadiyah Taman Puring saja. Kemarin udah tanya-tanya. Disana semua kelas bisa ditungguin oleh 1 orang keluarga, kecuali VIP bisa ditungguin bebas berapa orang (tapi ngga sekampung nungguin yaa hehehe). Trus disana udah menerapkan IMD dan ASIX. Yess..
Harga ngga beda jauh dari RSAB HK. Kekurangannya cuma rada jauh dari rumah. Ahh ngga papalah palingan juga cuma 3-5hari di RS. Insya Allah urusan Riffat bisa dihandel Papa dan Eyangnya nanti.

Hmm.. doain ya temans.. mudah-mudahan semuanya lancar sesuai dengan yang aku harapkan





Selasa, 31 Maret 2009

Riffat jatuh.. again..

Udah dua kali ini jadwal periksa untuk kontrol si  baby tertunda mulu. Sejak kontrol bulan  lalu, aku emang ganti dokter yang keknya niiich...  lebih sreg sama ati. Jadwal si dsog di apotik Kimia Farma cuma ada di hari Selasa. Kalo di Harapan Kita bisa hari Sabtu, tapi udah kebayang ngantrinya.. jadi maless.. mending ke KF aja yang ngantrinya gak terlalu banyak.

Harusnya jadwal kontrol adalah hari Selasa minggu lalu, tapi karena si Papa ternyata mendadak ada rapat ya sudah ditunda, males juga kalau sendirian kontrol. Nah akhirnya hari Selasa kemarin rencana kontrolnya. Pulang kantor, naik bis ke KF... it takes 5 minutes only. Trus segera numpuk buku kontrol, udah ada sekitar 4 bumil yang lagi nunggu giliran juga. Sambil nunggu, buka-buka FB dari HP SE K750i ku yang hmmm lemooottt.. hihihi.. Yach daripada beli BB buat FB-an dowang kekekekk... K750i masih bisa laah memenuhi kebutuhan ngef-be hehehe.

Tiba-tiba ada telp dari si Nuri, mbaknya Riffat. Segera kuangkat, terdengar suara panik Nuri, "Mbak Ida adek jatuh kepala belakangnya berdarah". Waaaa... langsung panik!!! Buku kontrol yang udah aku tumpuk aku ambil lagi, trus setengah lari cari ojek di depan KF. Mana tukang ojeknya serem-serem.. bukannya sigap ada penumpang malah saling lempar. Akhirnya dapet 1 ojek dengan motor butut dan helmnya ngga kalah bututnyaa, sampe ga tega mo make saking kotornya. Perjalanan naik ojek dari KF ke rumah sekitar 5 menit. Ngga masuk komplek, aku langsung minta turun aja di depan komplek. Udah ilfil sama ojeknya males kalo harus kasih penunjuk arah lagi. Dari depan komplek juga ngga jauh kalo harus jalan kaki. Setengah berlari aku menuju rumah, si Riffat ada di depan rumah.. kondisi masih nangis. Lihat aku datang, Riffat malah makin kenceng nangisnya. Ngga mau ikut aku malah makin nempel sama Nuri. Mungkin dia udah trauma sama kejadian kepalanya sobek waktu itu yang aku buru-buru bawa ke UGD. Jadi dia udah takut aja kalo aku pegang bakal diajak ke UGD lagi. Udah berusaha ditenangin juga tetep ngga mau.

Akhirnya aku lihat aja luka di kepala belakangnya dari jauh. Hmm.. keknya ngga parah.  Kata Nuri cuma sedikit luka kecil dan agak benjol sedikit. Ternyata si Ole sore itu main sepeda sama anak-anak komplek yang rata-rata sudah SD. Mereka main kebut-kebutan dan si Ole berusaha ikut kejar-kejaran sama mereka. Ngga disangka pas di permukaan yang ngga rata, dia ngga bisa jaga keseimbangan hingga jatuh. Duh Lee.. lain kali jangan ikut-ikutan kebut-kebutan ya sayang..

Akhirnya aku memutuskan untuk mandi dulu, sambil berharap moga-moga habis mandi RIffat udah mau sama mamanya. Dan yess.. habis mandi Ole udah tenang, udah back to normal dan dia bilang katanya kepala RIffat ngga apa-apa ngga sakit. Aku jawabnya juga sambil nyantai belagak ngga panik padahal dalam hati juga masih deg-degan. "Iya ngga apa-apa ya Mas.. Mama boleh lihat lukanya ngga?" Si Ole dengan senang hati membiarkan aku pegang kepala dan ngecek lukanya. Darah masih sedikit ngalir.. Nuri juga udah kasih betadine ke lukanya. Ngga lama si Papa pulang.

Malemnya, kok darah masih ada aja ya.. dengan terpaksa deh aku paksa Ole tengkurap trus bersihin lukanya pakai kasa steril plus NaCl. Dah bersih.. kasih betadine lagi. Pas bed time.. Riffat ngga mau tidur telentang.. Tidur tengkurap pun ngga nyaman. Bolak-balik nangis jengkel karna ngga nemu posisi yang pas. Akhirnya aku pangku, tanganku buat sandaran dan akhirnya juga tertidur pulas di pangkuan. Fuhhh.. setelah yakin pules baru deh aku taruh di kasur.. trus nutup lukanya pakai kasa en plester. At least, lukanya tertutup dulu.

Pfffff... Semalem si Papa sempet bilang.. "udah deh Dek kamu kalo mau resign ya resign aja.. aku ngga apa-apa kamu resign.. gajiku pasti cukup kok". Clessss.... gleekk...
Akhirnyaaa.. kata-kata itu keluar darimu Paaa...
"Dicoba aja bentar lagi kan kamu cuti, coba dirasain dulu. Kalo emang kamu ngga bosen dirumah ya udah habis tu masuk bentar trus ngajuin resign"

Hmm... oke deh Pa.. kalo Papa udah bilang gini kan akunya juga makin manteepp. Teteep.. rencana tetep coba dulu pas 3 bulan cuti melahirkan.. sambil melihat perkembangan toko Ardani Collections yang bisa jadi sambilanku nanti. Tapi kok hatiku yakin.. aku pasti bisa jadi FTM tanpa ada penyesalan.. Insya Allah. Kalo Uwi, Rini, Arin, Kirana, sapa lagi yak.. bisa, kenapa aku ngga bisa??

Hmmm.. tetep berdoa juga.. minta dimantepkan sama Gusti Allah.

Semoga aku dikasih kemantapan hati dan diberi keputusan yang terbaik..

Amieenn...

Selasa, 13 Januari 2009

[Kedua] Update: 18 weeks: lanang maneh!!!

Sabtu kemarin ke DSOG lagih.. sama kek yang kemarin juga kali ini ngajak Riffat. Tadinya berharap dia akan seneng lagi liat adeknya lewat USG. Cernyacaaaaa!!! Baru liat monitor USGnya aja udah takuuuttt!!.

Matanya langsung ditutup pakai tangan. "Papa aku takuuuutttt.. gendong Paaaa.. kluarr!!"
Padahal Mama masih duduk di depan meja dokter. Jadi akhirnya sepanjang periksa USG dan konsultasi dokter si Ole digendong sambil matanya merem.

Alhamdulillah dede bayi berkembang normal. Dan kelaminnya udah kliatan!! Yak!! Ni calon bayi kalo USGnya gak salah bakal lanang meneh!!!!

Si Papa yang kegirangan begitu tau kalo lanang. Buat aku sih.. apa ajah!! Walopun sebenernya ngarep cewek.. hehe biar kumplit.

Sayangnya, sampe sekarang masih ngga sreg sama ni dokter. Omongnya irit bangeett.. dan USGnya ngga detail. Jama Riffat dulu pas udah 4 bulan, dokter detail banget USGnya. Dari jari jemari diitung, tulang paha, ginjal, jantung semua dicek. Emang aku ngga pakai dokter yang lama dulu. Pertimbangannya sekarang cari yang deket rumah aja biar enak kontrolnya dan ngga kejauhan.

Pikir-pikir lagi nihh mau ganti dokter. Ada yang punya rekomendasi?? Dokter yang praktek di sekitar Jakarta Barat terutama area Slipi-Tomang??

Oh ya, karena inget riwayat kehamilan dulu BBnya sampe naik 17kg (walopun bisa kembali ke asal dengan cepat), kali ini aku ati-ati makannya. Maksudnya kek ngemil-ngemil ngga sehat aku kurangi, ganit ngemil buah. Eh tapi ternyata sodara-sodara...!! Tetep aja dengan effort seperti itu BBku tetep naik banyak!! Bulan ini naik 3kg dari bulan lalu. Jadi total dari sebelum hamil udah naik 5kg (Sekarang BB 51KG)!! Huhuhuuuuuu... Kaki udah bengkak!!
Jadi yaa memang aku keknya emang gampang gendut kalo hamil.Ya sutra lah.. sekarang makannya tetep dijaga makanan sehat. Biar walopun gendut, si baby tetep dapet asupan yang bergizi!!.

Ahh sekian apdetnya.. disempetin di sela-sela hectic kerjaan yang baru ditake over!!

 

Senin, 01 Desember 2008

[Kedua] Update: 12 weeks, mual udah ilang..

Sabtu kemarin jatahnya kontrol ke Dokter. Kali ini kontrolnya mengajak serta si Riffat. Tujuannya biar dia bisa ikutan lihat ada dede di perut Mama hehe. Setelah nunggu antrian sekitar 1jam , padahal cuma nunggu 3 orang saja, akhirnya dipanggil masuk juga. Hmm.. seperti biasa dokter tanya ada keluhan apa bla bla bla.. Trus langsung deh USG. Uiiiihhhh legaaa banget si dede bayi udah kliatan gede. Padahal 5 minggu yang lalu baru kliatan kayak kecebong. Kepala, tangan udah terbentuk. Dan tangannya juga terlihat gerak-gerak seolah menyapa Kakaknya yang juga amazing lihat adeknya buat pertama kali. Si thole yang malah ribut ngga karuan, minta naik juga diatas kasur. "Mama perutnya diperiksa yaa" katanya sambil meragain gaya si dokter pas USG hihihi. Ukurannya juga udah sesuai di usianya yang 12minggu. Padahal pas periksa yang lalu, ukuran rahim udah pas umurnya tapi ukuran janin selisih seminggu lebih muda.

BB naik 1kg jadi 48kg. Ngga tau juga nih timbangan Pak Dokter bener ngga soalnya klo nimbang di rumah cuma 46kg. Selisihnya banyak amat yak.. hehehe..

Lebih seneng lagi pas aku tanya soal bisa engganya IMD. Ternyata si dokter menganjurkan IMD even persalinannya harus cesar. Alhamdulillah..

Dan yang lebih bikin seneng lagi, mual-mualku udah ilaaaangggggg!!!! yipppiiieeeeeeeeeee... ini yang paling membahagiakan. Artinya, aku udah bisa menikmati makan tanpa ada gangguan mual. Tapi memang kalo udah bener-bener kelamaan nih perut kosong, tetep mual!! hehehe.. Yah tinggal tiap ke kantor sedia cemilan yang banyak. Moga-moga lancar terus sampe lairan nanti. Amieennn..




Minggu, 16 November 2008

[Kedua] Update: 10weeks, 5 days old

Ditodong sama Menik buat apdet kehamilan kedua ini. Maap Nik bukannya sombong, cuma kok ya badan ini rasanya belum mau diajak kompromi.

Hari ini masuk 10 minggu lebih 5 hari. Still loooooooooooong to go. Masih kira-kira 30minggu lagi. Hiks...

Kondisi masih belum stabil. Kadang bisa seharian mun-mun terus makanan gak masuk tapi kadang bisa aja seharian lempeennnggg segar bugar ngga pake mual apalgi munmun. Tapi emang demi biar ngga mual, ni perut ngga boleh kosong terlalu lama. Jangan sampai si perut teriak-teriak minta diisi baru diisi. Tapi usahakan sebelum teriak ni perut udah diisi duluan. Jadinya anteng dehh. Tapi kadang juga ngga selalu berhasil trik itu. Dan hari iniiii.. keknya si dede ngambek lagiih.. Jam 4 pagi terbangun dengan perut yang super muleeesss ditambah laperrrr. Mau makan juga ngga selera. Akhirnya sambil nahan mules jam 5 pagi bangun sholat shubuh trus gabung sama suami dan ipar yang kebetulan masih ikut tinggal dirumah nonton berita. Sementara Mas Riffat jam 4 pagi juga udah bangun. Ngga lama kemudian, duuhh ni perut langsung mual luar biasa dan akhirnya sukses munmun tanpa ngeluarin makanan apapun.. yah karena perutnya masih kosong. Akhirnya balik lagi tidur aja di kamar.

Untung masih ada ipar jadi akhirnya dia yang handel urusan masak memasak buat sarapan. Kepala rasanya berat bangeet. Sampai suami berangkat kantor jam 06.15 aku masih aja tiduran. Si Riffat udah bersih dimandiin suami dan habis itu minta makan disuapin Mama. Ya sud buat thole kesayanganku aku paksain bangun dengan kepala yang masih terasa berat buat nyuap Riffat. Untungnya si Riffat nih pengertian banget sama mamanya. Makan sambil duduk manis dan ngunyahnya juga cepet. Tapi baru setengah, denger ada tetangga yang jalan-jalan naik sepeda si RIffat jadi heboh minta keluar. Akhirnya Nuri yang ambil alih nyuapin Riffat.

Habis tu nyoba sarapan. Baru 3 suapan udah berasa muall. Aku sudahin sarapan, trus mandi. Habis gosok gigi.. ehhh munmun lagi. Nasi 3 suap keluar dengan suksesss. Duuhhh rasanya ngga karu-karuan. Mau bolos kerja kok ya ngga enak kebanyakan bolos. Akhirnya jam 8 aku paksain dandan en pergi kerja.

Ternyata di kantor bawaannya bener-bener lemess bangett. Alhasil sampai siang ini ngga produktif!! Kerjaan cuma browsing dan nyelesein kerjaan yang gampang-gampang ajah. Terkadang hati ini nggresulo (=mengeluh) sama Allah.. duh Gusti.. maafkan hambaMu ini.. Kok mau dapat amanat dari Allah rasanya begini beratnya.. Tapi pikiran-pikiran itu aku buang jauh-jauhhhhh... Harusnya aku bersyukur, Allah memberi kepercayaan padaku lagi untuk menitipkan seorang anak lagi padaku. Bener-bener keterlaluan kalo aku sampai ngeluhh. Dikasih nikmat begini kok ya masih mengeluhh!! Dikasih kemudahan hamil gini. Untungnya Riffat ngga rewel, bahkan dia cenderung temuo (=dewasa). Sabar banget ngadepin mamanya yang kerjaanya di rumah tidur muluuu hahahaha... sampe nemenin main aja sambil tiduran di kasur.
Thole sayang banget sama calon adeknya. Kalo ngga sengaja kakinya nyenggol perut langsung bilang "maaf ya dek" sambil ngelus-elus perut mamanya. Jadi saat ini kalo sickness itu datang selalu berpikir positif.. ahh biarin mual mual tapi anakku sehat.. Mual adalah proses alami yang bakal dialami sebagian bumil di seluruh dunia. Jadi kenapa juga aku ngeluh hehehe... menghibur.com

Hmm semoga sickness-sickness ini segera berakhir. Pengalaman Riffat dulu masuk bulan ke-4 baru berenti mual-mualnya. Mudah-mudahan yang ini ngga sampai segitu. Dinikmati aja dehh.. Buat bumil yang lain, yuukkk kita nikmati kehamilan ini bersama-sama...


Selasa, 04 November 2008

Dear sayang

Dear Dedek Bayii..

Dede.. hari ini mama seneng dehh.. Dede udah bantuin mama..
Dede ngga rewel lagi jadi mama hari ini seger ngga mual-mual lagi.
Kemarin dede marah sama mama yaa.. seharian mama bener-bener ngga bisa makan. Lambung mama serasa menolak segala makanan yang masuk...

Duuhh jangan marah lagi yaahh..
I love you sayang.. mmmuuuaaccchhh..

Oh ya.. semalem waktu mas Riffat tempelin kupingnya di perut mama, katanya dede lagi nonton TV!!! Hihihi Mas Riffat lucu yah.. masak di perut mamah ada TVnya.. hihihi mana cukuup..

We love you honey..

Love
Mama, Papa, Mas Riffat


Minggu, 26 Oktober 2008

My prince and my lil prince!!

Aku merasa saat ini aku adalah seorang Ibu yang paling beruntung. Tiap hari karena kehamilan keduaku ini aku selalu dimanjakan oleh dua lelaki yang penuh perhatian. Lelaki pertama adalah suamiku aka Bapaknya si thole. Sekarang si Papa lebih perhatian daripada pas ngga hamil... hhihihi.. kalo begini sihh aku milih hamil terus aja Pa!. Kalo dulu paling males suruh mijitin badanku, sekarang mah ngga usah diminta udah mijitin! Hihhihi.. enaknyaaaa.. Pokoknya you are my hero deh Pa.. SUAMI SIAGA!!! Hahaha..


Lelaki kedua adalah si thole aka Mas Riffat. Duuuhhh bener-bener aku dibuat bahagia sama perlakuan RIffat kepada mamanya. Si Ole jadi orang yang paling sigap ketika mendengar mamanya 'hoeeeekkkk'. Kalo udah denger itu, dia langsung lari sambil bilang "muntah ya Ma? mimik ya Ma??" dan langsung lari ambil air putih buatku. Yang bikin lucu, kadang dia ambil air putih yang ada di dalam gelasnya sendiri. Gelasnya si Ole itu gelas yang ada spuitnya hahaha!! Kebayang kan dia menyodorkan gelasnya "Nih Ma mimik!!" hihihi. Yang bikin klepek-klepek lagi pas hari Sabtu kemarin. Seperti biasa nappingnya Ole jam 10pagi. Jam 10 pagi udah merem sambil aku keloni. Eh tau-tau rasanya pengen 'hoek' lagi. Buru-buru aku keluar kamar langsung lari ke kamar mandi. Tau-tau, si Ole udah turun dari kasur dan teriak "ma muntah ya mimik ya Ma" sambil lari ambil air putih. Aku langsung bilang "Ngga kok Mama udah ngga muntah lagi, yok bobok lagi". Riffat jawab "Ngga muntah lagi ya.. ooooo". Dan setelah itu si Ole melanjutkan nappingnya. Duh Leeee.. Mama bahagiaaa bangeett. Pagi jam 10 itu akhirnya aku ikutan tidur ngeloni si thole.

Kayaknya Riffat emang udah siap punya adek, kalo ngga sengaja dia nendang perut Mamanya, aku suruh minta maaf sama adeknya, dia dengan senang hati melakukannya. "Maafin mas Iffat ya deeeekk" dan habis tu langsung nyium perutku. Trus, dia juga ati-ati banget kalo pengen duduk dipangku mamanya. Kalau pas aku nekuk kaki, trus dia pengen duduk dipangku, kakiku diselonjorin, ditarik sama Ole dan kalo udah posisinya bener-bener selonjor baru deh dia duduk di pahaku. Dia selalu inget kata-kataku "Jangan duduk di perut Mama yaa.. duduknya di paha aja kasian adeknya nanti kegencet kalo Riffat duduk di perut mama".

Kalau pas lagi ngga mabok, aku berusaha selalu perhatian ke Riffat. Tapi kalo pas mabok dan pada saat itu si thole minta perhatian, aku bilang ke dia "Le, mama lagi sakit perut nih.. Riffat main sama mbak dulu yaa..". Kalau udah dibilangin begitu, si Ole bakal ngerti. Bahkan kadang dia ambilin minyak kayu putih untuk digosok di perut mamanya. Hihihi..
Ngga nyangka, anak sekecil itu bisa peka dan tahu apa yang harus dilakukannya ketika orang yang dicintainya sakit. Bener-bener aku dibuat terharu sama kejutan-kejutan perhatiannya.
Bisa dibilang, si Ole makin dewasa, ngga rewel, makanpun gampang bangettt..

Riffat, you are really my lil prince!!! Thanks dear.. Mmmuuuaaacchhh
Terima kasih ya Allah.. engkau berikan nikmat yang tidak terkira ini kepadaku..

Minggu, 19 Oktober 2008

Sabar yaa

Hamil kali ini memang teler kek hamil si Thole dulu. All day sickness deh bukan morning sickness lagi. Wiken dah gak pengen kemana-mana deh.. takut muntah di jalan. Bau parfum mobil aja udah bikin eneg..

Siang kemarin ga ada angin ga ada hujan tiba-tiba pengen muntah.. Langsung buru-buru ke kamar mandi sambil hoek hoekk. Si Ole ngikutin dari belakang. Sementara aku jongkok sambil hoek-hoek.. si Ole deketin sambil ngelus-elus pundakku.

Kata Ole:
Muntah ya Maa?? oooo...
Sabar yaaaa?? (sambil tetep ngelus-elus pundak mamanya)

Duh hati ini rasanya mak cessss.... hoek-hoeknya brenti trus berubah jadi ketawa. Si Papa juga ikutan ketawa sambil bawain air putih buatku. Duh duh.. yang ngajari siapa sihh?? Hihihi..

Olee.. olee.. biar mama lemes, mual, pusing gini melihat Ole bisa menghibur ati mama gini rasanya penderitaan itu ilang semuaa.. Makasih ya sayang..