Tampilkan postingan dengan label bacaanbagus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bacaanbagus. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 November 2008

Sitenya bidan, lumayan nambah info kehamilan dan kebidanan

http://kuliahbidan.wordpress.com
Bukannya mau ngajak kuliah soal kebidanan hehehe. Tapi disana banyak informasi mengenai kehamilan yang menurutku lumayan komplit.
E-book mengenai penyakit dan kesehatan juga bisa didonlot disitu.
Kalo lagi brosing soal kehamilan gini, aku malah banyak nemu artikel-artikel berguna di sitenya para bidan. DSOG keknya malah jarang yang punya site!! hihihi..

Nice site!!

Jumat, 04 Juli 2008

[Artikel] Satu lagi keunggulan melahirkan secara normal dan ASI

Setelah dulu pernah ada penelitian bahwa kelahiran cesar akan mengurangi reflek hisap bayi sebesar 50%. Trus bayi lahir normal/spontan langsung dimandikan refleknya pun berkurang 50%. bayi lahir cesar dan langsung dimandikan refleknya akan hilang 100%.

Sekarang ada penelitian lagi bahwa bayi lahir cesar lebih rentan penyakit. artikel ini dikirim mba Erlin (erlin_shanti@XXXX) ke milis sehat. Ngga tau sumbernya dari mana. Hmm tapi berguna banget! Dan jadi tahu, ternyata bayi yang lahir lewat jalan yang semestinya (jalan lahir) itu, si bayi jadi ketempelan bakteri-bakteri baik yang akan memperkuat daya tahan tubuhnya. Dan proses kontraksi ternyata juga demikian. Makanya Ibu-ibu.. jangan takut ngelahirin normal. Ingat aja anaknya bakal sehat!!

Tapi bagi yang ngga bisa lairan normal/ spontan karena alasan yang rasional, ada kok cara biar bayinya gak rentan penyakit. Pasti ibu-ibu udah tau..
Coba bareng-bareng Buu yang kenceng suaranya.. (ASIIIIIIIIII ............... kata ibu-ibu)
Yak ASI!!!! plok plok plok.. hebat deh ibu-ibu ini hihihihihih..

Silahkan dibaca artikelnya

---------------------------------------------------
Lahir Caesar, Bayi Lebih Rentan Sakit

Kamis, 3 Juli 2008 | 15:53 WIB

MENJALANI persalinan melalui pembedahan caesar kini banyak dijadikan pilihan para ibu terutama di kota-kota besar. Ada beragam alasan untuk menjalani metode persalinan ini baik didasarkan atas indikasi medis maupun tanpa indikasi seperti kesengajaan ibu untuk menghindari rasa sakit saat melahirkan.

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa melakukan bedah caesar sebenarnya memiliki banyak sekali risiko, baik untuk si Ibu maupun bayi yang dilahirkan. Salah satu risiko yang sangat jarang disadari adalah pengaruh bedah caesar terhadap perkembangan imunitas atau daya tahan tubuh bayi. Penelitian di luar negeri menunjukkan, bayi yang lahir melalui caesar berisiko lebih tinggi mengidap berbagai penyakit di antaranya diare, asma dan alergi.

"Hal ini terjadi karena bayi melalui bedah caesar membutuhkan waktu lebih lama yakni sekitar enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan bayi lahir normal," ungkap Professor Patricia Conway dari Universitas of New South Wales Australia dalam talkshow 'Metode Persalinan Berpengaruh pada Pembentukan Mikrobiota Saluran Pencernaan dan Kekebalan Tubuh Buah Hati' di Jakarta, Kamis (3/7).

Prof Conway menjelaskan, saluran cerna sangat penting artinya bagi kesehatan tubuh manusia. Pada saluran cerna yang sehat, lapisan usus mampu menyerap zat-zat gizi agar kebutuhan tubuh terpenuhi. Saluran cerna yang sehat juga didominasi koloni bakteri baik (probiotik) yang jumlahnya miliaran.

Saluran cerna pada bayi normal ketika baru dilahirkan nyaris dalam kondisi steril atau bebas kuman. Melaui persalinan normal, kolonisasi pada saluran cerna anak bisa terwujud berkat bakteri yang berasal dari kontak dengan jalan lahir

"Bayi berpindah dari rahim yang nyaris steril ke lingkungan luar melalui proses yang lama yang melibatkan kontraksi berjam-jam. Alhasil, bayi melakukan kontak secara alami dengan mirkoflora normal ibu dan kemudian mikrobiota itu berkembang di ususnya," papar Conway.

Sementara itu pada bayi caesar, proses persalinan dilakukan di ruangan steril. Bayi diambil langsung dari rahim ibu tanpa kontak dengan area rektum dan vagina ibu, sehingga tak ada kesempatan kontak dengan mikrobiota normal di jalan lahir.

Selain itu, untuk menghindari infeksi pascaoperasi, ibu bisanya diberi antiobiotik yang disalurkan melalui plasenta. Akibatnya, kolonisasi bakteri menguntungkan (probiotik) di saluran cerna menjadi terhambat. Padahal inisiasi koloni bakteri yang diperoleh bayi saat persalinan normal berpengaruh kuat pada perkembangan dan pematangan sistem kekebalannya.

Karena tak terjadi kontak dengan jalan lahir, yang sebenarnya jadi modal awal sebagai kekebalan tubuh, bayi yang lahir dengan caesar berisiko lebih tinggi terkena infeksi dan alergi

"Hasil-hasil penelitian menunjukkan bayi-bayi yang lahir melalui caesar memiliki waktu pembentukan mikrobiota saluran cerna yang tertunda serta memiliki risiko jenis penyakit yang lebih tinggi," jelas Conway.

Atasi dengan ASI
Sementara itu Dr Andon Hestiantoro SpOG(K) dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM menambahkan, transfer bakteri dapat pula terjadi dari ibu ke bayi melalui air susu ibu (ASI). Walaupun lebih terlambat, namun bayi yang dilahirkan dengan persalinan caesar masih dapat memperbaiki koloni bakteri probiotik di dalam ususnya jika sang ibu memberikan ASI.

"Dulu kita menganggap bahwa ASI itu steril. Tatapi hasil penelitian menunjukkan dalam ASI terdapat probiotik yakni dari kelompok bifidobakterium dan laktobasilus. Untuk itulah bayi yang lahir caesar dapat dibantu pematangan sistem kekebalan tubuhnya dengan pemberian ASI ," ungkap Dr Andon.

Dalam usus bayi sendiri, lanjut Dr.Andon terdapat 500 jenis spesies mikroba baik. Beberapa di antaranya adalah bakteriodes, laktobasilus, klostridium, fusobakterium, bifidobakterium, peptokokus dan sebagainya.

Hadirnya bakteri baik pada saluran cerna sangat penting dalam pematangan sistem daya tahan tubuh khususnya membentuk toleransi oral dan mengurangi risiko alergi. Apalagi dua dua pertiga sistem kekebalan tubuh berada dalam saluran cerna.

AC

Selasa, 04 Maret 2008

Blognya Dokter Wati

http://purnamawati.wordpress.com
Ikutan ngelink kayak Sisil en Shinta. Sama kayak mereka.. aku juga baru tauuu. Padahal kalo dilihat arsipnya dari tahun 2004 ada. Bundaaa.. kok ga kasih tau sih kalo Bunda punya blog hehehe..

Jumat, 15 Februari 2008

Senin, 03 Desember 2007

Blognya Yusril Ihza Mahendra

http://yusril.ihzamahendra.com
Lagi blogwalking.. ehh nemu blognya si Bapak ini.. Mayan lah buat baca-baca.. Nambah wawasan dunia perpolitikan dan dunia per-yusril-an hehehe

Kamis, 20 September 2007

Bacaan bagus: Saya adalah Ibu Rumah Tangga

Dapat dari milis BIB nih.. bagus buat bacaan..
Read while dreaming when it will be come true.. hmmm.. kapan ya aku siap jadi FTM..



Saya Adalah Ibu Rumah Tangga

21 Apr 06 06:48 WIB
Oleh Lizsa Anggraeny
Untuk rencana hari ini, dalam buku agenda tertulis: Membuat purchase
order, meeting supplier, incoming inspection... Dan beberapa jadwal
lainnya. Bukan, saya bukan karyawati kantoran. Saya hanya seorang isteri
dengan profesi ibu rumah tangga. Rencana yang saya buat di atas pun
sesungguhnya adalah agenda biasa berupa jadwal harian rumah tangga. Saya
ibaratkan membuat daftar belanja kebutuhan sehari-hari dengan membuat
purchase order; acara pergi ke pasar, supermarket, ataupun toserba saya
istilahkan dengan meeting supplier; sedangkan incoming inspection adalah
istilah untuk rapi-rapi rumah. Semua saya lakukan dengan tujuan agar
lebih semangat dalam menjalani pekerjaan rumah.
Ibu rumah tangga adalah profesi yang saya geluti semenjak berhenti kerja
dari sebuah perusahaan. Saya menyebutnya profesi karena memang pekerjaan
rumah tangga membutuhkan profesionalisme berupa keahlian, pengetahuan
dan keterampilan sama dengan pekerjaan kantor lainnya. Jika di
perusahaan saya hanya kebagian tugas mengurusi satu bagian yaitu general
affair saja, ternyata di rumah tugas saya tidak hanya mentok di satu
bagian. Di sini saya wajib berperan multiguna sebagai direktur, manajer,
sekretaris sekaligus pekerja, yang tidak hanya bisa memahami, tapi juga
harus bisa menguasai semua bagian. Yang semuannya nanti harus dilaporkan
pada presiden direktur yaitu suami juga pada bagian komisaris tertinggi
yaitu Allah swt.
Pertama kali berhenti bekerja dan menjalani perkerjaan sebagai ibu rumah
tangga, sepertinya ada perasaan tidak betah dan malu untuk mengakui.
Mengingat selama ini dalam benak saya telah terpatri pikiran bahwa
menjadi wanita karir lebih baik dibandingkan ibu rumah tangga. Ternyata,
setelah benar-benar terjun fulltime menjalani pekerjaan rumah tangga,
pikiran saya berubah total. Pekerjaan yang semula saya anggap remeh ini
ternyata tidak sesederhana seperti dalam bayangan saat menjalaninya.
Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan perangkat
kasar berupa tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya yang diperlukan
untuk mencuci, menyetrika, bebenah rumah. Tetapi dibutuhkan pula
perangkat lunak berupa kelihaian sang otak dalam mengatur keuangan,
mengolah makanan, meredam emosi yang ada serta beberapa perangkat lunak
lainnya yang berhubungan dengan naluri keibuan berupa kelembutan,
kesabaran untuk mengayomi rumah tangga.
Terkadang ibu rumah tangga pun harus siap menjadi bodyguard yang dapat
mendeteksi keadaan rumah tangga agar selalu adem, ayem, tentrem.
Ditambah dengan waktu kerja yang harus siap sedia selama 24 jam, seorang
ibu rumah tangga memerlukan ketahanan jiwa dan fisik yang kuat.
Jika dalam perusahaan saya bisa mengambil cuti untuk beristirahat,
tetapi tidak begitu dalam profesi ibu rumah tangga. Profesi ini
merupakan komitmen saya. Tidak bisa begitu saja ditinggalkan dengan
alasan cuti, mengundurkan diri atau meminta pensiun dini karena cape
ataupun tidak cocok dengan perkerjaan. Di sinilah karir saya ditempa.
Saya adalah fasilator bagi berjalannya managemen rumah tangga. Semua
harus terus dijalani dengan ikhlas dan ridha untuk mendapat `gaji`
berupa palaha tak terhingga dari Allah swt. Juga `bonus` berupa surga
jika patuh pada suami. Insya Allah.
Menjadi ibu rumah tangga pun ternyata tidak menghambat potensi saya.
Justru dengan memilih profesi ini, saya memiliki waktu yang lebih
fleksible dalam mengembangakan potensi untuk meraih prestasi. Di
antaranya saya dapat lulus Nihongo Nouryoku Shiken (Tes Kemampuan Bahasa
Jepang) level satu setelah berusaha keras belajar di antara waktu luang
yang ada, juga dapat mengembangkan hobi menulis. Siapa yang menyangka
jika setelah menjadi ibu rumah tangga, saya justru diamanahi menjadi
ketua di salah satu forum kepenulisan.
Saya bercermin dari ummahatul mukminin di antaranya Siti Khadijah ra.,
seorang ibu rumah tangga yang dapat berperan besar terhadap kesuksesan
sang suami Rasulullah saw. Meski tak menonjolkan diri, tetapi daya
dukungannya begitu kuat. Begitupula dengan puteri tercinta Rasulullah
saw yaitu Fatimah ra., yang tangannya selalu membekas karena sering
menumbuk, pundaknya pun membekas karena sering menjinjing air dengan
kendi, bajunya selalu berdebu karena sering menyapu.
Hingga pernah Rasulullah saw berkata pada Fatimah ra. untuk
menghiburnya, "Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia
menggiling gandum untuk suaminya maka Allah swt. menjadikan antara
dirinya dan neraka tujuh buah parit. Perempuan mana yang meminyaki
rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian
mereka maka Allah swt. akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang
yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian
kepada seribu orang yang bertelanjang. Perempuan mana yang menghamparkan
tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati
maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), Teruskanlah
amalmu maka Allah swt telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu
dari dosamu dan sesuatu yang akan datang."
Betapa saya menemukan keagungan dalam pekerjaan ini. Sebuah profesi yang
tidak bisa digantikan oleh siapapun selain saya sendiri - ibu rumah
tangga. Tidak salah jika kini, saya begitu bangga dengan profesi ini.
Jika ada yang bertanya apa pekerjaan anda? Tanpa ragu lagi akan keluar
jawaban, "Saya adalah ibu rumah tangga."