Minggu, 07 Desember 2014
[Catatan Mama] Menjelang 34 tahun
Senin, 29 Juli 2013
It's a year
Apa yang terjadi di 1 tahun ini???
* Riffat ulang tahun yang ke-7
* Riffan ulang tahun ke-4
* Riffat naik kelas 2
* Riffan mulai sekolah TK
hmmm apa lagi yah.. kira-kira itu aja sih kejadian pentingnya, walopun setiap hari adalah hari penting buat kami semua..
Hmm okee... Mama mulai sekarang mau nulis lagi yaah tentang kalian :)
Selasa, 19 Juni 2012
[Riffan] 3 tahun
tahun bulan ini, yaayyyy!!
Udah gede yah deek, udah ngga bayi lagi, udah gak nenen, udah cerewet, udah ....udah... udah... banyaaaaaakkk..
Sekarang kita cek yuk perkembangan Ipan berdasarkan artikel dari CDC ini yaahhh..
Diambil dari sini nih
Important
Milestones: Your Child at Three Years
How your child plays, learns, speaks, and acts offers important clues about your child’s development. D
evelopmental milestones are things most children can do by a certain age.
Check the milestones your child has reached by his or her 3rd birthday. Take this with you and talk with your child’s doctor at every visit about the milestones your child has reached and what to expect next.
What most babies do at this a
ge:
Social and Emotional
- Copies adults and friends --- ini ipan udah sejak 2tahun kayaknya
- Shows affection for friends without prompting -- ini juga udah
- Takes turns in gam
es --- ini udah mahirrr sama kakaknya
- Shows concern for crying friend ---- ini belum pernah alamin heheheh
- Understands the idea of “mine” and “his” or “hers” --- konsep kepemilikan jg udah tau dia
- Shows a wide range of emotions ---- hmmm *mikir*
- Separates easily from mom and dad --- asal ada "bayarannya" sih mau aja dia ditinggal mama ke pasar ato nganterin mas sekolah
- May get upset with ma
jor changes in routine ---- upset dan cenderung lebaay nangisnya hehehe
- Dresses and undresses self --- alhamdulillah sudah bisa walo belum sempurna
Language/Communication
- Follows instructions with 2 or 3 steps ---- lepas celana, trus ambil lap, trus lap pipisnya yaaa *adegan kalo dia ngompol
- Can name most familiar things ---- bisaaaa!!
- Understands wo
rds like “in,” “on,” and “under”---- udah ngerti jugaa
- Says first name, age, and sex ---- baru nama aja, blm diajarin soal umur dan gender hehehe
- Names a friend ---- yup!
- Says words like “I,” “me,” “we,” and “you” and some plurals (cars, dogs, cats) --- bisa
- Talks well enough for strangers to understand most of the time ---- masih belum lancar banget
- Carries on a conversation using 2 to 3 sentences ---- sudah lumayan, contohnya "ma ini pesawat, pesawat ada tembakanannya, bunyinya dier dieerr dierrrr"
Cognitive (learning, thinking, problem-solving)
- Can work toys with buttons, levers, and moving parts --- udah jagoo
- Plays make-believe with dolls, animals, and people ---- hmmmm
- Does puzzles with 3 or 4 pieces ---- bisa
- Understands what “two” means ---- udah terlatih kalo giliran game sama masnya
- Copies a circle with pencil or crayon ---- gak yakin, nanti dicoba :D
- Turns book pages one at a time --- bisa
- Builds towers of more than 6 blocks --- bisa
- Screws and unscrews jar lids or turns door handle ---- udah jagoo jugaa, maunya buka susu sendiri susu ultra literannya
Movement/Physical Development
- Climbs well --- mayan
- Runs easily --- lancarrr
- Pedals a tricycle (3-wheel bike) ---- belum mau ngayuh
- Walks up and down stairs, one foot on each step ---- bisa!
Kalo dilihat dari cek list itu mostly Ipan udah bisa semua.. alhamdulillah ya dek..kamu sehat teruss:)
Periode 2-3tahun ini pernah sekali batuk agak parah sampai bikin ma-pa memutuskan untuk mempersingkat waktu liburan di Bali bulan April lalu hehe..hehe... Tahun ini juga ga ada booster imunisasi apa-apa, jadi mayan nih aman kantong mama, tapi Mama juga kudu siap-siap kalo Ipan minta sekolah niih hehe..
Kalau sekarang sih ditanya mau sekolah engga dia jawabnya gak mau. Jadi yaudah lah kita belajar dirumah aja ya dek..
Ohya tambahan info, bulan depan kita akan segera pindah ke rumah impian, nanti diposting mama di jurnal lain yaaa
love u ade ipan sayang
Mama-Papa-Mas
Rabu, 09 Mei 2012
[Riffat] 6 years

Hai haaaiiii
Riffat udah 6 tahun loohh.. ngga terasa yaaa *rasanya ini standar komen emak-emak yang anaknya ultah*, tapi beneran loh setahun itu berjalan cepaaaaatttt sekali nyadar-nyadarnya ketika ada momen ulang tahun atau tahun baru, ya atau ya ibu ibuuuu?? Hehehe
As usual, dari sebulan sebelumnya aku udah nawarin Riffat mau dirayain engga ultahnya, di sekolah atau dirumah? Teteeep konsisten jawabannya "ngga ah ma..". Ngga tau musti seneng atau terharu *samaaja itu mah ya*, seneng karena berarti mama bisa irit ngga harus keluarin uang untuk rayain ulang tahun walaupun sebenernya juga udah disiapkan, apalagi lagi renov rumah gini yah Le, terharu karena ngerasa surprised, kaget karena anakku gak seperti anak kebanyakan rata-rata seneeeeng dirayain ultahnya, ngerti bangeet deh kehebohan emak-emak yang nyiapin ultah anaknya, karena mama juga jualan perlengkapan ultah, namanya aja tokoultah *malah ngiklan wkwkwk* alhasil emaknya juga gak puyeng cari barang-barang yang sesuai untuk tema ultah, kue ultahnya kudu gimana.. endebre endebre...
Truuuss ditanya lagi Riffat maunya gimana ngrayain ultah besok? Jawabnya "dirayain aja berempat ma pergi kemanaa gitu, makan apaa gitu berempat" / "oke Riffat mau makan apa?/ "ummmmm steak aja deh ma"/ "oke deal". Dan akhirnyaaaa karena udah gak sabar pengen makan steak, jadilah acara makan steak dilaksanakan *haisss* 3 hari sebelum ultahnya, laaah gak jadi perayaan ultah doong,.. hmmm gakpapa karena udah sepakat sama-sama, jadi gak ada yang ngerasa dirugikan hehehe...
Itulah sekelumit cerita tentang Riffat di hari ultahnya yaa.. walaupun ceritanya gak heboh tapi buat kami sesederhana apapun itu tetep berartiiiii banget, tetap mendalam artinya buat kami..
Buat Riffat, Selamat ulang tahun ya anakku sayang...
Doa Mama, semoga kamu bertumbuh hingga dewasa, dan hepi selalu menjalani hari-harimu..
Terima kasih Allah karena menghadirkanmu di kehidupan Mama dan Papa
Luv and hug
Mama+Papa+Adek
Rabu, 04 Januari 2012
Tragedi bak mandi 2
Serasa dejavu gak sih x_x, lihat foto ini http://riffat.multiply.com/photos/album/17/Tragedi_Bak_Mandi, diambil 3tahun yang lalu.
Daaaan.. sekarang berulang.. tapi sama adeknya xixixixi
[Riffat] Dia mau SD!
How time goes so fast yaaah...
Liat nih mukanya sekarang... ini pasfoto buat daftar sekolah, Mama jepret sendiri :D
Padahaaallll, dulu imut kayak gini niihh... pas seumuran Ipan (2 tahunan)
Oooooh tidaaaakkkk, gimme anti ageing cream please!!Selasa, 10 Mei 2011
When they are sleeping
Kami semua emang masih tidur ber-4 sekasur. Bukan apa-apa sih, emang kami masih pengen gabung sama anak-anak dan Riffat -nya juga belum mau misah ke kamar sendiri, alesannya, 'kamar sebelah ga ada ACnya Mah!". Jiaaaahh ngajak boros.. hihihi.
Yasud lah krn emang blum niat nambah AC kamar dan belum ada dagangan lain buat iming2 dia mau tidur sendiri, umpel-umpelan dulu aja di kasur ber-empat. Daaan akibatnya, terjadilah adegan-adegan berikut...!! cekidot :D
Oh iyaa, khusus Ipan, dia niy paling ga bisa tidur tanpa AC, kalo AC subuh mati, tidurnya gelisah dan bakal nyari yang dingin-dingin sebagai kompensasi AC mati, jadilah kakinya selalu nyari tembok dingin buat nangkring hehehee
Senin, 02 Mei 2011
[Riffat] 5 years milestone, Leaving the Nest
Umur Riffat udah 5tahun nih, rasanya malah Mama yang deg-degan, rasanya baru kemaren dia 2tahun, eh skrg udah 5tahun, udah selamat tinggal sama gelar BALITA Mama, huaa.. huaaa.. huaaa..
Antara senang dan sedih, senang karena dia makin besar, makin mandiri dan makin kelihatan karakternya. Sedih karena rasanya melow banget, ni anak udah gede ajaa, bentar lagi sering gak dirumah, bentar lagi tiap malem minggu Mama cengoh dirumah RIffat ngapel ke pacarnya *halaah jauh amaaat hihihi..
Kembali ke laaptooopp, nah sekarang Mama mau coba liat milestone Riffat niih, udah sesuai belum sih sama perkembangan umumnya? Mama contek dari KIDSGROWTH ya
Growth Milestones - FIVE YEARS
"Leaving the Nest"
Your 5-year-old is about to begin "real" school for the first time. Your child changes from a little one, protected by home, to a kindergartner, with the demands of a new school and new expectations. Children this age need approval, praise and encouragement. They want to please and are proud of their work. |
| School Readiness Is my child ready for kindergarten? Should you send your child with a late summer or fall birthday to kindergarten, or should you wait another year? These are some of the questions parents of 5-year-olds ask themselves. Ideally, kindergarten should be ready for the child rather than getting the child ready for kindergarten. Use the following to see how well your child is doing in acquiring the skills found on most kindergarten checklists.
|
Parenting and Behavioral
|
| *Manggut manggut* |
Development
|
Oral Health
|
Feeding
----- kalau soal makan udah no need to worry. Kebiasaan makan sehat udah dibangun sejak bayi |
Sleep
|
Sexuality
| ||||||||
Safety
| ||||||||
| ---- yang diatas banyak PRnya nih. Masih agak susah untuk stay him seat belted, kudu diingetiiiiin terus.. Kursus renang udah jadi rencana, bulan ini kudu jalan rencana les berenang. Helm untuk bersepeda juga kudu beli keknya nih.. secara RIffat suka ngebut kalau bersepeda | ||||||||
| Immunizations Since immunization schedules vary from doctor to doctor, and new vaccines may have been introduced,it is always best to seek the advice of your child's health care provider concerning your child's vaccine schedule.
|
Minggu, 13 Maret 2011
[Riffan] Anemia Defisiensi Zat Besi
Sejak awal-awal bulan November, di milis sehat lagi rame diomongin soal rekomendasi terbaru dari AAP, yang bisa dibawa artikelnya disini, bahwa anak asi eksklusif cenderung rendah kandungan besi dalam darahnya karena asi diatas 4 bulan miskin zat besi. Ditambah lagi jika si Ibu waktu hamil anemia ditandai dengan hb rendah, maka akan semakin curiga bayinya juga ikutan anemia. Naaahhh dari situ mulai worry nih, jaman hamil Riffan, hbku rendah banget, bandel gak konsumsi suplemen penambah darah pulaa, jadi makin parno RIffan anemia juga. Kalo baca-baca di link aap itu, kekurangan zat besi akan menimbulkan gangguan perkembangan dan hal ini sangat sulit dideteksi, karena sifatnya jangka panjang. Dan dari rekomendasi AAP, bayi asix disarankan untuk mendapatkan tambahan suplemen zat besi sejak umur 4bulan. Di umur 6bulan, disaat mulai mpasi, menu mpasi sudah boleh langsung pakai kaldu daging merah yang kaya akan zat besi.
Nah, back to kecurigaanku pada Riffan, bulan Desember saat Riffan jadwal imunisasi umur 18bulan, aku konsultasikan sekalian perihal adb ini ke dr. Endah. Pada saat periksa, BB RIffan malah turun dibanding saat 15bulan, kecurigaan lebih ke arah ISK karena RIffan phimosis, tetapi karena emang seumur Riffan emang kudu discreening darahnya, yasudah aku ambil semua opsi, urin kultur untuk memastikan Riffan isk atau tidak, screening zat besi untuk memastikan RIffan anemia atau tidak.
Biaya kultur urin sekitar 160ribuan, begitu pula cek darah untuk tau Hb, ht, serum iron dan feritin. Daaaan jeng jennngggg hasilnyaaaaaa..... Yak!! RIffan positif anemia, hbnya rendah banget begitu pula feritinnya jauuuuuh dari normal... hikshikss bener terbukti kecurigaanku. Pantesan Riffan lesu, gak bersemangat, banyak tidur.. ternyata, dia anemia!! Rasanya makin bersalah aja, Riffan udah 18bulan!! dari kapan dia anemia?? huaaaa :'(.
Seminggu kemudian keluar hasil kultur urin dan ternyata gak ISK, legaaaa...
Nah sehubungan dengan anemianya Riffan jadilah diterapi minum ferriz drop sehari 2kali untuk penyembuhan, selama 2bulan. Bulan ini udah lewat 2bulan dan kudunya Riffan tes darah lagi tapi belum dilakukan, ferriz masih aku berikan 1kali 1 hari. Tapiiii alhamdulillah sejak diterapi zat besi, maju pesaaaat perkembangannya. Dia makin bersemangat, gak loyo, gak bisa diem. Lari-larian juga gak males kayak dulu, dan karena staminanya makin bagus, perkembangan bicaranya juga makin oke!! Alhamdulillah.. smoga RIffan bisa segera mengejar ketinggalannya kemarin. BBnya sepertinya juga sudah naik, nafsu makan juga makin bagus.
Alhamdulillaaaaaahh banget!!
Rabu, 02 Maret 2011
[Riffat] Lomba Membaca Surat Pendek
fiuuhh udah capek ngetik banyak eh ga kesave *elap kringet*
Yak, Riffat tanggal 7 Feb 2011 yang lalu diikutkan ke lomba membaca Al Lahab dalam rangka Maulud Nabi Muhammad SAW 1412H. Lomba diadakan di Pasar Seni Ancol, pesertanya seluruh TK ABA se jabodetabek.
Selain lomba ini, ada juga lomba menari, sholat membaca doa dan mewarnai. Total ada sekitar 80an TK yang ikut, jadi kebayang ramenya dah hehehe..
Karena sampai sana agak awal, jadilah tim Rffat dapet nomer urut 9 dari 80an tim, jadi nunggunya gak lama, dan sembari nunggu anak-anak main bubble dari abang penjual pistol bubble *heran tiap kali ada keramaian pasti ada nih tukang bubbles.
Gak lama nomer 9 udah dipanggil, dan maju ke panggung sekitar 10 menit. Alhamdulillah lancarr walo di akhir rada-rada demam panggung si pemimpin timnya karena kaget denger tepuk tangan penonton.
Seminggu kemudian Riffat pulang sekolah bawa piala dan ternyata dia dan timnya dapet predikat "NOMINASI" hhhehehehe.. mayan lah Le walo gak juara tapi udah bikin RIffat bangga dan seneng terima piala. Seperti layaknya anak lain, dia pun mamerin pialanya ke setiap orang yang datang ke rumah *tepok jidat*..
Kamis, 11 November 2010
[Sekolah Riffat] Hari Bermain bersama Ayah
ini ayah2nya ikutan main.. hiks ga kliatan yah para ayah :(
Ini kegiatan di sekolah RIffat hari Senin 8 Nov 2010 yang lalu.
Di sekolah Riffat ada program "bermain bersama ayah", jadwalnya digilir, ngga bareng2 semua ayah datang dan main sama-sama. Selama 2 bulan ini digilir bergantian 3hari seminggu, per hari ada 1 ayah yang datang untuk kegiatan "bermain bersama ayah". Nah... si Papa dapet giliran hari Senin lalu :)
Awalnya si Papa ogah2an gak pede males datang, udah mikir aja, disana ngapain, cerita apa, dsb, tapi aku brusaha ngeyakinin bahwa bakal fun disana and pastinya Riffat seneng banget kalo Papa bisa datang ke skulnya :). Akhirnya semangat juga doi datang ke skul, dan aku ikut juga sekedar pengen dokumentasiin momen langka ini.
Nyampe skul ternyata ada 2 ayah yg ikut serta di kelas Riffat, dan benar aja.. They're having so much fun! Para ayah diajak ikut serta di kegiatan sekolah yang emang dikemas belajar sambil bermain. Awalnya baca doa2, hafalin asmaul husna (udah hafal 28 nama2 Allah :) subhanallah.. Target 99 nama afal semua. Lanjutin main-main, bernyanyi, main kucing dan tikus dll. Para ayah juga ditawarin apakah ada permainan yg ingin dimainkan bareng anak-anak? Tapi sayangnya ga ada yg punya ide hehehe jadi acara ngikut aja sama guru.
Selanjutnya anak2 belajar di sentra persiapan, nah disini secara bergilir para ayah diminta isi kegiatan di kelas tanpa guru. Ayah teman Riffat memilih bercerita / story telling dengan media buku, sedang Papa si R1 milih hafalin surat-surat quran yg pendek bersama hehehe. Sayangnya momen yg para ayah "ngangon" anak-anak di kelas gak terfoto, karena Ipan minta nenen!! hehehe..
Yang jelas banyak banget manfaat dari kegiatan ini. Ortu jadi tau gmn sih si guru ngajar anaknya, gmn cara mereka mendidik nilai-nilai ke anak-anak. Misal aja dalam kegiatan membuat lingkaran, semua anak bergandengan trus nyanyi bareng, ada anak yg malah jungkir balik di tengah2. Respon bu Guru mengingatkan sekali, ga digubris, trus bilang "yaudah biarin si A begitu yg lain ga usah liatin yaaa.. Nanti biar si A ikut kita sendiri dan jadi pandai". Dan si A pun akhirnya menurut dan ikut serta dalam permainan.
Acara makan juga berlangsung sangat tertib dan anak-anak terlihat sangat mandiri. Beda banget waktu di skul PGnya Riffat dulu.
Ada satu sesi juga anak-anak dibariskan di depan kamar mandi, baca doa mau ke kamar mandi, trus mempersilahkan anak-anak yg mau pipis bergantian. Dan takjub anak-anak bisa dgn rela antri, ada kadg2 anak yg ga mau baris atau mau duluan tp si Ibu guru dgn lembut bisa membuat tertib kembali :).
Yg jelas semua kegiatan dikemas dengan sangat fun! Pantesan aja Riffat ga pernah bosen walo sekolahnya lama dan tiap hari hehe.
Merasa beruntung kali ini ga salah milih sekolah buat Riffat, senang karna konsep2 pengajarannya sesuai sama yg kami harapkan. Dan si Papa pun puas.. Ga sia-sia ijin kantor setengah hari. Senengnyaaa..
Trakhir isi buku tamu dan isi kesan pesan, sempet baca kesan-kesan ayah2 yang lain.. komennya:
* mengajar itu ternyata susaaah ---> emang Pak, apalagi anak TK :p
* mengajar itu menyenangkan ---> susah tapi menyenangkan yaaa hehehe
* kegiatan dilakukan kontinyu karena sangat fun ----> setujuuuu
* belajar diawali dengan baca doa, hafalan surat pendek dan asmaul husna, bagus banget buat anak-anak, semoga diamalkan sampai besar ----> amiiiin
kurang lebih itu yang inget hehehe
Nih hasil jeprat jepret pakai kamera hp, gak maksimal banget motretnya karna sambil gendong dan ngangon Ipan *hayah alesan ajaaaa!!
cekdisout
Minggu, 24 Oktober 2010
[Riffat] Overprotective=ngga pede
Dulu, aku masih membatasi jajanan apa aja yang boleh dimakan Riffat. Tapiiiii rule aku kan gak mungkin sama doooong sama rule tetangga, rule teman sekolah, termasuk rule eyang pun!!
Riffat big no no buat makan: permen, minuman manis kemasan, ciki2an berMSG. Tapi, seiring makin gedenya dia, gak mungkin juga ngelarang, yang ada malah dia nyolong-nyolong. Dan dampak buruknya lagi, si teman sering mancing-mancing dia, pamerin apa yang dimakannya ke Riffat. Biasanya begini "Riffat aku punya ini lhooo kamu mau nggaaaa??", Riffat jawab "mau dooonnngg". Dan si teman ngibrit lari ke aku "mama Riffat, masak Riffat mau minta permen, kan gak boleh. Ya kan?". Dan sebelum aku jawab, si teman sudah lari ke Riffat dan bilang "tuh kan gak boleh mamamu" dan biasanya berakhir dengan tangisan Riffat :(. Beberapa kali begituuuuuu terus, pernah aku saking jengkelnya ke si bocah, aku bilang "jadi kamu mau kasih atau engga? kalo ngga niat kasih, ya ga usah nawarin, seneng ya bikin Riffat nangis?". Itu bener-bener dalam situasi "hiiiiiiiihhhh pengen nampooool tu bocah" hihihi..
Karena situasi ngga memungkinkan lagi, aku mulai ubah rule, dan memberi pengertian ke Riffat. Oke, Riffat boleh makan permen, minuman kemasan, tapiiiii.. ngga sering, karena itu bukan makanan sehat, mengandung bla bla bla.. Dan kalau mau minta, bilang ke Mama minta uangnya buat beli, dan ngga bohong Riffat bilang beli aqua eh sampe sana beli frutang, Mama ngga akan marah, Riffat boleh kok makan itu, asal Riffat gak bohong. Oke, deal, ngga ada cerita ngumpet-ngumpet dan tangisan Riffat karna digodain temennya. Toh akhirnya, karena kebiasaan dia makan yang plain, ngga tahan juga sama makanan-makanan manis. Bisa diitung dengan jari dia makan permen atau minum kemasan dalam sebulan.
Trus overprotective soal main yang tadinya aku kira bullying. Akibatnya, temen-temennya dikit-dikit ngadu ke aku kalo Riffat lagi 'menurut temannya bertingkah', misalnya: "Mama Riffat, tu Riffat pukul si A tuuuhh". Dulu, biasanya aku tanya kenapa Riffat pukul, dia gak akan memulai kalo gak dimulai dulu, atau seseorang itu membuatnya gak nyaman. Nah biasanya aku juga interogasi temennya kenapa begini kenapa begitu. Dan itu malah membuat aku makin stress kalo Riffat main sama teman-teman dirumah, yang mana rata-rata lebih besar. Akhirnya aku rubah pola, main silakan main, ada masalah ga usah ngadu, selesaikan sendiri masalah kalian. Hehe.. Aku pun harus nyadar dong kalo anakku sudah besar apalagi mainnya dengan anak yang lebih besar, jadi sudah mempunya kapasitas untuk berpikir menyelesaikan masalah.
Nah, sejak aku rubah itu, keadaan makin kondusif, masih ada aduan-aduan tapi sudah jauh berkurang. Dan Riffat pun jadi lebih pede dengan pergaulan teman-temannya. Karena dengan merespon aduannya itu, sama aja aku menjatuhkan martabat anakku sendiri di mata teman-temannya *sigh!! telat nyadarinnya
[Riffat] Berulah karena Gelisah
- Sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Ini sih aku udah apal banget. Dia emang gampang ON di tempat yang baru, di lokasi yang kayaknya engga nyaman pun dia bisa segera menyamankan dirinya sendiri. Makanya waktu awal masuk TK yang baru, ngga masalah dia sejak pertama masuk langsung ikut jemputan dan ngga diantar Mama sama sekali. Soal ini guru-gurunya memujinya hehehe. Gampangnya adaptasi ini juga membuat dia ngga bergantung pada orang tertentu aja. Misalnya dia seneng main sama si A, tapi kalo si A ga ada ya gak papa dia bisa mencari teman lain. Pun ketika waktu itu ganti mbak setelah Nuri resign, dia oke aja ngga sampe cari-cari Nuri dan segera beradaptasi dengan mbak yang baru.
- Dia ngga suka sendirian, seneng kalo ada teman, tapi dalam kelompok kecil. Ngga suka terlalu crowded atau dalam situasi yang orang-orangnya banyaaak. Kalo udah gitu dia buru-buru pindah ke tempat yang lebih sepi, ngga terlalu rame.Tipsya sih cuma lebih persering ajak dia sosialisasi dengan orang-orang yang berbeda-beda, supaya makin pede dan tidak terlena dengan situasi yang menyamankan dia. Sekolah bisa menjadi salah satu solusi.
- Dia akan berulah, kalo sedang gelisah. Nah ini buat aku poin penting. Ketika dia mulai "aneh2", misal gangguin adeknya atau naik-naik kursi, jungkir balik gak keruan, biasanya aku hentikan kegiatanku saat itu, lalu mulai perhatiin dia, dan biasanya kalo dia gangguin adeknya aku tanya kenapa, biasanya dia ngomong "aku pengen main tapi begini begitu.. atau aku mau ini tapi begini begitu". Nah kalo udah gitu tinggal kasih solusinya apa.
- Dia akan berkorban untuk mendapatkan kesukaannya atau demi membuat dia nyaman. Nah ini ada hubungannya sama bullying dari teman-temannya. Hal yang selama ini aku anggap bullying ternyata engga ada bullying sama sekali! hehe. Contohnya temannya suka minta tukeran sepeda sama Riffat. Sepeda si teman lebih jelek sedang punya Riffat baru, Riffat dengan sukarela menyerahkan sepedanya karena diancam kalo gak mau tukeran si temen ga mau main sama dia, walopun dengan resiko, dia sering terjatuh karena sepeda si teman sudah gak imbang rodanya. Emak mana yang gak naik darah liat hal begini. Ternyata itu salah satu usaha Riffat (disebut pengorbanan) demi dia bisa main dengan si temen itu, karena dia merasa "asik" bisa main dengan si teman. Owalaaaaahhhh begitu tooookhhh hehehe..
- Dan poin penting lagi, dia akan "melawan" jika merasa dirinya terancam. Duh boooo anak-anak pun sudah bisa mengekspresikan hal ini.. terkadang memang ortu terlalu over protective! *ortu?? loe aja kali Daaaaaaa :p
Jadi sekarang, aku biarin aja dia main dengan siapa aja. Ngga ada worry sama sekali. Santaaaiiii membiarkan dia berinteraksi dengan temannya.
Next: Dampak dari overprotective aku yah xixixixi
Kamis, 21 Oktober 2010
Happy Ending
Pengen nulis hubunganku dengan anak-anak terutama Riffat yang mengalami pasang surut sejak aku dirumah saja sekitar setahun yang lalu.
Kalo sebelumnya waktu kerja si Riffat masih berumur dibawah 3 tahun dan belum punya adek, otomatis segala perhatian tercurah padanya tanpa ada yang mengganggu, plus umur dibawah 3tahun masih gampang diatur. Trus gak lama aku cuti kerja dengan kondisin yang sangat berbeda 180 derajat dari sebelumnya: ada adek dan tidak ada pembantu sama sekali! and the story just began.....
Awal-awal dulu berfikir, Riffat sekarang adalah seorang Kakak dan dia sudah mendapatkan segala kemanjaan dan segala perhatian termasuk nenen Mama sebelum ada adek, jadi sekarang Mama maunya Mas/Kakak ngerti kalo Mama lebih banyak ngluangin waktu buat adek yang masih bayi, butuh nenen sewaktu-waktu dan tidak bisa selalu menemani Mas main. Dan perhatian Mama akan diberikan setelah adek tidur atau tidak rewel, kadang-kadang juga main bareng-bareng adek. Banyak orang bilang, mumpung adek masih bayi, luangkan perhatian ke si Kakak biar dia tidak cemburu, off course I did tapi pada prakteknyaaa ternyataaa perhatian Mama lebih banyak ke adek! ngga bisa dipungkiri dehhh. Apalagi ditambah ngga ada pembantu, hiiiiiihhhhhhh stressssss!!
3 bulan pertama masih tidak begitu terasa, masih sabaaaarr banget karna emang niat dirumah demi anak-anak. 3 bulan berikutnya mulai stress, laporan ke Papa tiap sore selalu adaaaa aja ulah Riffat yang bikin Mama stress. Ditambah keparnoanku kalau Riffat main keluar, rumahku depan adalah jalan protokol jadi kalo gak kliatan si bocah dari depan rumah aja udah deg-degan setengah mati! Pernah waktu lagi nenenin Ipan, Riffat keluar rumah main, begitu selesai nenen, aku keluar dan gak kliatan si bocah dimana, akhirnya cari muter-muter komplek dan bertanya ke satpam komplek. Ternyata dia diajak main keluar pagar komplek which is di trotoar jalan besar ituuuuhhhh. Huaaaa mau nangis rasanya. Akhirnya geret Riffat kerumah dan sampai rumah ngedapetin si adek nangis sesenggukan dengan posisi udah di lantai, jadi si adek terjatuh dari ketinggian sekitar 25cm karna kasur emang sengaja gak dikasih dipan. OMG, rasanyaaa gak karu-karuan. Aku nangis merasa bersalaaaaah banget :(,. Sejak itu karna gak bisa juga cegah Riffat untuk gak main diluar, nitip-nitip ke tetangga kalo Riffat mulai main keluar.
Kondisi itu juga diperparah yang mana aku merasa temen-temen main Riffat suka ngebullying Riffat, suka memanfaatkan Riffat yang umurnya jauh lebih kecil. Jadi aku sangat protektif ke dia, aku pelototin kalo Riffat udah mulai dibullying dan si Mama siap membela anaknya kalo merasa udah terancam.. tapi sodara-sodara.. ternyata.!!! engggg... saya salah lagi!! Benar-benar tindakanku yang seperti itu tidak membuat RIffat jadi tunduk padaku atauu, etlis jadi nurut. Dan jujurly, makin membuat dia lebih memilih main diluar ketimbang main sama Mama dirumah :(. Disini udah merasa duh keknya ada yang ga bener deh. Gak mungkin juga kan hidup sendiri tanpa gangguan tetangga atau orang lain. Kegundahan nomer 1 ada disini. Nanti aku tulis terpisah dampak over protective ini yaaah.. *kalo gak kepentok males hehe*
Riffat juga menunjukkan perilaku negatif, dia suka banget jugkir balik di kasur yang kadang-kadang tidak terkontrol dan jatuh menimpa adeknya, seringnyaaaa... aku ngomeeeell sengomel-ngomelnya kalo Riffat udah begitu.. dan agaaaiinn.. lagi-lagi aku dilanda rasa bersalah karna nyadar bahwa tindakanku gak benaaar :(. kegundahan nomer 2 nih ...
Oh gosh!! I need a helpppp!! Bener deh.. rasanya aku udah bener-bener butuh bantuan. Something get wrong with me!! Huaaaa nangiiiiiisssss...
Sampai suatu hari si Mama Dika ngajakin aku gabung milis salingbelajar, sebuah milis yang dimotori oleh seorang psikolog pendidikan. Dan amazingly, dari sharing pertamaku soal perilaku buruk Riffat yang cenderung caper dan annoying itu adalah karena kesalahan ortu, sangat wajar dia begitu karna perhatian ortu terbagi dan berasa tidak adil bagi dia. Huhuhuuuu... sejak saat itulah mulai eager untuk mencari tahu dan mulai mengubah 'cara' ku menghadapi si Mas. And lucky me, ketika si Mister psikolog sedang ke Jakarta aku dapet kesempatan ketemu beliau untuk konsultasi. Dan dari situlah aku dan si Papa nyadar.. bener kan kalo kita salah.. makanya aku stress, sampai sekarang stress jadi alarmku kalo something get wrong with me!! hehe... Sesi konsultasi sekitar sejam setengah berhasil membuka mata dan memang hasil pengamatan si Mister, template Riffat gak jauh dari pengamatan aku and Papa, cumaaa kami salah memperlakukannya, salah treatment istilahnya :)
Dan sejak itulah perlahan-lahan aku ubah semua pola pengasuhan, dan sedikit demi sedikit kami berubah -- yaaa.. ga cuma RIffat yang berubah jadi anak yang manis, tapi ibu dan bapaknya juga semakin dewasa insya Allah hehehe.
Sekarang ngga ada lagi teriakan "Riffaaaaaaaaaaatttttt" atau balesan teriakan dia "Mamaaaaaaa, hayoo?? nanti dilaporin Papa lhoooo" hihihi.. Tiap hari sayang-sayangan muluuuu!! Duh itu kata-kata "aku sayang Mamaaaa" sambil peluk udah kayak iklan, bolak balik diomongin! hehehe alhamdulillah. Bahkan hal-hal kecil yang aku buat, yang kadang bagiku terasa hal yang biasa aja buat Riffat bisa jadi istimewa. Pernah aku cuma masak sayur terong sama ikan goreng, amazing banget reaksi dia "mama baik banget siiiiiiiiih masakin aku sayur terong sama ikan.. woooowwww enak bangeeettt". huhuhuuuuuu... campur aduk rasanya mau nangis plus nyesel banget beberapa bulan ngga akur sama dia :(.
Ahh leganyaaa... lucky me semua sudah teratasi.. makin betah dirumah karna semua hal terasa menyenangkan... kadang capek melanda tapi melihat di duo ganteng saling becanda dan si Riffat berhasil membuat adeknya terkikik kikik bener-bener pemandangan yang luar biasaaa.. hehehe
Habis ini mau nulis detail-detail apa aja yang bisa merubah situasi ngga enak dulu itu menjadi situasi yang asik banget yaaah.. Doain aku engga males wahahaha
Kamis, 14 Oktober 2010
Gemesin!
How cute myson is!!
Riffat tiba-tiba aja nemu kacamata jadul Mama di laci lemari di kamar:D dan voilaaa, dipakainya kacamata Mama tanpa rahu-ragu dan ya amppuuuunn ...... kok kamu jadi kiut bangeeet sih pakai kacamata Le? Hihihi. Bener-bener gemesin deh!
Ini kacamata kedua sejak aku pakai kacamata pas kuliah. Dulu berasa gayaaa pakai kacamata, kliatan keren and kliatan pinter kebayangnya dulu. Sekarang, nyeseeeel kenapa harus pakai kacamata! Hikshiks.. Can't watch without my glasses. Soft lens? Mahal booo secara aku ada silinder juga :(
Jadi, nikmati ajah berkacamata deh..
Moga2 anak-anak gak ikutan mamanya berkaca mata, secara aku dapet si minus and silinder bukan karna turunan tapi kebiasaan jelek membaca dengan tiduran and gelap-gelapan.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Senin, 23 Agustus 2010
Riffan 14bulan
Nah di usia 14bulan ini, akhirnya Ipan berani juga jalan sendiri setelah dari umur 11bulan rambatan kemana-mana, berani lepasin tangan Mama atau lepasin pegangan lainnya buat jalan sendiri, dari 3 langkah, 4, 5, sampai kira-kira 1meter, 2 meter! Horeeee...... Senengnyaaa karena aku sendiri yang stimulasi, membangkitkan semangatnya biar berani jalan sendiri.
Melihat karakternya Riffan niy kayak ngaca, kayak ngeliat diri sendiri. Riffan ini karakternya, kalo aku lihat selama 14bulan ini hehehe, dia itu awal perhatiin dulu, trus kalo ditawarin, baru mau coba, kalo engga, bakal engga mau coba
Yak lanjut..
Riffan sudah ngerti perintah-perintah sederhana, misalnya kalau diminta dadah, kiss bye kalo Papanya berangkat kerja, diminta ambil bola, lempar bola, diminta tunjukin perut mana.. dan diapun akan membuka baju dan menepuk-nepuk perutnya hehehe. Diminta tunjuk lampu manaa? Dia pun bilang 'itu!' sambil telunjuknya nunjuk lampu di eternit :D
Kemampuan bicaranya Riffan, masih banyak bubblingnya. Tatatata, dadadada, papapapapa.. tapi sedikit-sedikit sudah bisa menirukan suku kata belakangnya. Misal ditanya, Papa mana? Papa kerr... "ja" (kata Ipan). Mas Riffat sekooo.. "aaahh".. trus yang lucu kalo habis minum air putih, dia akan ngomong 'geeeee!!!' (=segeeerrr) :D. Masih banyak yang kudu distimulasi biar kemampuan bicaranya berkembang. Mamanya nih yang kudu rajin *hayooo Maaa jangan maleesss*, udah mulai rajin dibacain buku, diajak ngobrol, sambil meminta dia menirukan apa yang aku omongin dan harus ekstra sabaaaarrr.. karena tipe Ipan yang slowly but sure! hehe..
Maem Riffan udah mulai lancar. Udah gak banyak nolak, malah apa-apa mau, cuma kadang akunya yang gak sabar nyuapin. Tapi belakangan udah nemu trik baru biar makannya habis, ternyata Riffan nih gak bisa disuap sekali suapan banyak, kudu dalam jumlah kecil, sedikit, walaupun rada lamaan selesai makannya tapi habis dan sedikit yang dimuntahin. Dulu, kalo udah dikit-dikit dimuntahin, aku nyerah..!! mikirnya cuma oooh Ipan udah kenyang walopun lagi-lagi balik nenen lagi nenen lagi hehehe..
Dalam 14 umurnya Riffan udah kena roseola 2 kali, truss... pilek, hmmmm berkali-kali, sering pokoknya! Tapi alhamdulillah bisa sembuh sendiri tanpa obat, hanya parasetamol kalau demam dan dia udah keliatan gak nyaman..
Sehat terus ya sayang...
Sabtu, 12 Juni 2010
Riffan's best picture - 1year old
Nah kalo ini udah enjoy si Ipan, dengan kostum labu yang genduuut
Yess..
Ipan udah setahun umurnya...
Dan ini dia hasil foto studio kemarin...
3 foto pertama saat usianya 3 bulan, fotonya di Malibu
Nah kemarin rencana mau ke Malibu lagi tapi berhubung ngantri jadinya cari studio lain. Ke M Studio, weleh lebih antri lagi.. trus-trus.. liat ada Kodak Express rada sepi, and ada kostum lucu-lucu pulaa!! Plus, engga antri!!
Sip dehhhh.. Jepret-jepret seruuu, yang heboh mak babenya bikin Ipan ketawa soale foto diambil saat jam tidur dia!! Jadi sebenernya udah ngantuk berat booo hehehehe..
Habis foto, nenen, 5 menit langsung pulesss di gendongan Mama..
Kalo di Kodak ini foto langsung jadi, ditunggu sekitar 30 menit. Kalo di Malibu, musti nunggu seminggu baru jadi :D
So far puas sama hasilnya, rada nyesel pemilihan kostum jerapah yang gak begitu bagus jadinya..
Tapi kalo yg kostum LABU, sukaaaaaaaa bangeeet!! Soooooo cuteeee!!!
Hehehe
Minggu, 16 Mei 2010
Ketika Riffat diopname
iyalah Maaa masak lagi sakit gini difoto :p
Ini saat Riffat harus dirawat di RS Roemani Semarang..
Sangat menyakitkan melihat dia tergolek lemah, tangannya disuntik2 buat infus, buat diambil darahnya :(
Kalo bisa digantiin sih, Mama rela ngegantiin kamu Le!
Thanks to Papa yang sabaaaar banget nungguin Riffat selama di RS pagi siang malam..
Ya, jadi diagnosa dokter Alifiani (buat temen2 Semarang, dokter ini cukup RUM asal kita mau diskusi), Riffat kena DB, ditandai dengan trombosit yang turun dibawah 100ribu, ulu hati sakit dan limpa bengkak. Alhamdulillah selama DB Riffat gak kena overmedicated alias obat-obatan yang gak perlu. Cuma cairan infus dan parasetamol ketika demam.
Sehat terus ya Nak..
Foto ini buat pengingat-ingat Mama, tentang pelajaran hidup Mama ketika kamu sakit.
Selasa, 11 Mei 2010
Riffat 4 tahun
Tapi apa daya..
Tiba-tiba aja Eyang sakit...
Tiba-tiba aja kamu demam
Tiba-tiba aja kamu kejang
Lanjut Demam berdarah
Rencana di Smg cuma seminggu jadi extend 2 minggu demi kesembuhanmu
Maaf ya Le, Mama jadi gak kepikiran lagi soal ulang tahun kamu.. Mama juga masih mikirin Eyang juga yang habis sakit, yang butuh dukungan biar cepet sehat :(.
Ketika Jumat pagi 7 Mei 2010 Mama tanya mau kue engga? Kamu bilang engga mau!! Kamu terlihat ngga bersemangat di hari jadimu. Harusnya mah Mama ngga usah nawarin ya langsung beliin aja. Ahh semoga kamu mengerti alasan Mama ya Nak.
Sehari sebelum Riffat pulang dari RS, adek demam, muntah, pup cair. Hiks.. akankah badai itu masih berlanjut??
Ternyata adek kuat. Cuma 3 hari rewel dan habis itu udah kembali normal!
Ah thole-thole sayangg.... Mama janji, hari-hari sehatmu akan Mama isi dengan hal-hal yang menyenangkan. Ngga ada lagi teriakan-teriakan kekesalan dan kejengkelan Mama Nak..
I promise you...
Selamat Ulang tahun ya Riffat, kakak yang baik, sehat terus yaaa..
Big Hug
Papa-Mama-AdekIpan
Rabu, 31 Maret 2010
[Riffat] ATM
R1: TV dikasih Allah, kulkas dikasih Allah, lemari dikasih Allah, kalo mainan dikasih Papa
Mama: Engga Mas, mainannya dibeliin Papa pakai uang, uangnya rejeki dari Allah.
R1: Bukan Maa, Mama salah, uang bukan dari Allah, tapi dari ATM
*hmmmm kamu benar Nak..
But today
R1: Mah beliin bakpau Medan dong
Mama: Mama ngga punya uang, belum gajian, kan udah dibikinin bubur mutiara, ngga usah jajan
R1: Ooohh yaudah besok ya kalo Mama punya uang
Mama: Iya
R1: Makanya Maa beli uang doonnng
Mama: Beli dimana?
R1: Beli di ATM
Mama: pakai apa belinya? *ngetes
R1: Pakai kartu! Gini, dimasukin kartunya, pencet-pencet, kluar deh uangnya *nyengir
Hmmm tampaknya sudah waktunya mengajarkan konsep menabung di bank, dikasih kartu ATM oleh Bank, dan cerita gimana si uang bisa keluar dari ATM

